Gubernur Banten Wahidin Halim saat konfrensi Pers dengan insan media
Gubernur Banten Wahidin Halim saat konfrensi Pers dengan insan media

WH: Sekolah Tatap Muka SMA/SMK Provinsi Banten Masih Menunggu Hasil Kajian

SERANG,TOPmedia – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten masih terus melakukan terhadap rencana diberlakukannya sekolah tatap muka secara lamgsung, khususnya SMA  dam SMK yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi.

Gubernur Banten, Wahidin Halim (WH) mengatakan, sampai saat ini pihaknya masih menunggu desain pelaksanaan sekolah tatap muka saat pendemi covid-19 masih mewabah seperti sekarang. 

Dirinya juga mengatakan, saat ini Dindikbud Banten terus melakukan uji sampling disejumlah sekolah, dengan melakukan swab kepada guru dan murid, termasuk melakukan tracking dan trasing. Jika dianggap aman, barulah sekoah tatap muka baru akan dimulai Januari mendatang. Namun, tentunya setekah mendapatkan persetujuan dari tim satgas penanganan dan pencegahan cobid-19, sebelum nantinya sekolah tatap muka mulai dibuka.

"Sampai kemarin masih minta kepada Dindik untuk mengambil sampling, agar sekolah-sekolah yang menjadi kewenangan Pemprov di swab, setelah itu baru dilakukan tracking dan trasing, apakah sekolah tersebut masuk klaster baru atau tidak. Ini penting, jika Januari nanti kita buka, tapi dengan penuh kehati-hatian, jangan sampai anak-anak kita terpapar" terang WH, ditemui di Rumah Dinas Gubernur, Rabu (25/11/2020)..

Menurut WH, pengambilan sampel tersebut sangat penting dalam menentukan kebijakan membuka kembali KBM tatap muka. Dirinya juga tidak menginginkan setelah dibuka kembali sekolah terdapat kasus baru.

"Karena kita mau buka, tapi penuh kehati-hatian. Jangan sampai jadi korban dan klaster baru. Oleh karena itu, sistem dan pola tatap muka juga harus memenuhi standar protokol kesehatan," ujarnya.

WH menegaskan, sekolah tatap muka tidak boleh mengesamoingkan protokol kesehatan yang akan menimbulkan efek atau resiko yang lebih berat.

"Saat ini kita masih menunggu laporan. Setelah dapat, kita rapatkan di gugus tugas, ke satgas. Baru kita sampaikan ke publik. Ke orang tua, apakah menyetujui dengan berbagai pertimbangan," pungkasnya.(Den/Red)

berita terkait

Komentar