Ilustrasi tenaga kerja asing. (Foto: Net)
Ilustrasi tenaga kerja asing. (Foto: Net)

Warga Suralaya Keluhkan TKA yang Diduga Ilegal

CILEGON, TOPmedia - Warga komplek PLTU Suralaya, Kelurahan Suralaya, Kecamatan Pulomerak mengaku resah dengan keberadaan Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Tiongkok yang banyak tinggal di lingkungan sekitar. Pasalnya, warga asing itu diduga tidak memiliki dokumen izin tinggal resmi dari pemerintah daerah.

Diungkapkan Tomi, salah satu warga Suralaya mengatakan, munculnya para TKA itu terjadi sekitar dua bulan lalu dan jumlahnya pun masih sedikit.

Namun, setiap harinya para pekerja yang bekerja di wilayah Pantai Salira itu terus bertambah banyak.

"Tadinya mereka cuma nyewa satu tempat saja di komplek, tapi sekarang sudah ada tiga tempat. Kini jumlahnya sudah puluhan," jelas Tomi, Jumat (29/07/16).

Tomi menambahkan, dengan adanya keberadaan warga asing yang membaur dengan warga sekitar, warga merasa khawatir akan adat istiadat dan kebiasaan yang jauh berbeda. Sebab, kebudayaan yang mereka bawa sangat bertentangan dengan masyarakat.

"Ya kalau jumlahnya terus bertambah kita juga khawatir, harusnya ada perhatian dan pengawasan dari pemerintah apalagi kita beda budaya," ujar Tomi.

Asep, warga lainnya mengaku pernah melihat warga asing yang membawa botol minuman keras siang hari ketika Bulan Ramadan lalu.

"Mereka (warga asing) harusnya bisa menjaga sikap, jangan se-enaknya aja kan enggak baik juga. Masa iya siang-siang bawa minuman keras," tambah Asep.

Kepala Kelurahan Suralaya, Eman Sulaeman mengatakan, pihaknya sama sekali tidak mendapatkan laporan adanya keberadaan orang asing tersebut, karena kewenangannya langsung kepada pihak yang bersangkutan.

“Kita tidak tahu apakah mereka punya dokumen atau tidak, karena kita tidak punya kewenangan untuk mengawasi terkait keberadaan orang asing,” ujar Eman.

Anggota Komisi III DPRD Cilegon Endang Efendi mengungkapkan, keberadaan puluhan orang asing itu tidak jauh dari kantornya yang ada di Komplek PLTU Suralaya dan jumlahnya semakin bertambah setiap waktu.

Bahkan diungkapkan Endang, sejak tiga bulan terakhir, puluhan warga tiongkok yang telah tinggal di lokasi tersebut terus bertambah banyak.

“Mereka itu tadinya cuma sedkit, tapi sekarang makin banyak. Saya ragu apakah mereka itu punya dokumen resmi atau tidak,” ujarnya.

Disinggung mengenai pengesahan Raperda pengawasan orang asing di Cilegon, pihaknya mengaku masih melakukan penyempurnaan yang dalam waktu dekat ini sudah bisa disahkan.

“Masih finalisasi, tapi kalau untuk warga asing, seharusnya pemerintah bisa melakukan pengawasan agar semua tenaga kerja asing itu bisa terawasi dan menjamin kelegalan masuknya mereka ke Indonesia,” ujar Endang yang juga anggota tim pansus Raperda orang asing DPRD Kota Cilegon.

Sementara itu, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (DKCS) Kota Cilegon, Soleh mengungkapkan, hingga kemarin pihaknya belum mendapatkan laporan apapun mengenai keberadaan puluhan warga asing di wilayah Suralaya.

Dijelaskan Soleh, kewenangan untuk melakukan pengawasan warga asing berada di Pemkab Serang.

“Mereka (warga asing,red) belum lapor ke kami untuk melakukan izin tinggal. Dalam waktu dekat kami akan segera selidiki keberadaanya,” ungkap Soleh. (SH/red).

berita terkait

Komentar