Sebuah warung remang-remang di lingkungan Cimiung, Desa Kaserangan, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, Kings Oloan. (Foto: Topmedia)
Sebuah warung remang-remang di lingkungan Cimiung, Desa Kaserangan, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, Kings Oloan. (Foto: Topmedia)

Warem Kings Oloan Ciruas Diprotes Warga

SERANG, TOPmedia - Sebuah warung remang-remang di lingkungan Cimiung, Desa Kaserangan, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, Kings Oloan dikeluhkan warga lantaran menimbulkan kebisingan dan aktivitas yang meresahkan.

Seorang warga lingkungan tersebut, Andra, mengaku kerap memergoki sejumlah orang hilir mudik dalam keadaan mabuk. Ironisnya lagi mayoritas wanita yang terlihat keluar dan masuk ke sana mengenakan pakaian terbuka atau mini.

"Ada sekitar sepekan laluada warga sini lewat. Terus melihat orang mabuk. Kemudian dibentak dan diusir. Setahu saya di sana itu dangdutan tapi terdengar ada musik DJ nya juga sih," ujarnya, Kamis (29/11/2018).

Andra mengaku pernah nekat mendatangi Kings Oloan bersama sejumlah warga yang sependapat dengannya untuk menegur pengelola tempat hiburan itu. Namun menurut Andra, keluhannya tidak digubris.

"Jika terjadi lagi seperti amarah warga sudah tidak dapat dibendung. Jika memang aparat kepolisian dan pemerintah tidak bisa menangani, biar masyarakat yang bertindak," katanya.

Keluhan juga datang dari sejumlah buruh pabrik perempuan yang bekerja tidak jauh dari lokasi Kings Oloan berdiri. Seperti Eni, yang mengaku sering digoda kala melintasi Kings Oloan.

"Kalau shift pulang malam lewat situ ngebut ajah. Kalau jalan pelan digodain. Ya resah. Ya takut. Pengennya tutup. Waktu itu sudah lama rasanya pernah didemo warga dan ulama deh, cuman kok bisa buka lagi ya?" ujarnya.

Sementara itu, baik Kepala Sat Pol PP, maupun Kepala Desa Kaserangan maupun Camat Ciruas, belum dapat ditemui untuk dimintai keterangan terkait hal ini. (RED)

berita terkait

Komentar