Wali Kota Cilegon, Iman Ariyadi saat audensi dengan sejumlah karyawan dan direksi PT.Cabot Indoensia. (Foto: Humas Pemkot Cilegon)
Wali Kota Cilegon, Iman Ariyadi saat audensi dengan sejumlah karyawan dan direksi PT.Cabot Indoensia. (Foto: Humas Pemkot Cilegon)

Wali Kota Cilegon Menilai, PHK oleh PT. Cabot Indonesia tidak Manusiawi

CILEGON, TOPmedia – Setelah mendengarkan kronologis terjadinya pemecatan oleh perusahaan PT. Cabot Indonesia  terhadap sejumlah  karyawan serta sejumlah penyidik dari PPNS Disnaker Kota Cilegon, Wali Kota Cilegon, Tb Iman Ariyadi meminta agar perusahaan PT. Cabot Indonesia mengkaji ulang soal PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) terhadap delapan orang karyawannya.

Meski keputusan diserahkan kepada pengadilan hubungan industrial, namun Wali Kota Cilegon Tb Iman Ariyadi mengaku tidak bisa menerima alasan pihak perusahaan yang mengaku sedang terkena imbas merosotnya perekonomian sehingga harus melakukan efisiensi tenaga kerja.

"Kalaupun benar terkena dampak ekonomi saat ini, saya kira perusahaan harus memikirkan sisi kemanusiannya. Kalau posisinya perusahaan di wilayah Cilegon yang gulung tikar saya tidak masalah. Tapi ini yang terjadi di pulo ampel dan kenapa malah tenaga kerja yang di Cilegon yang di PHK sementara yang dari pabrik Pulo Ampel di rekrut kembali," katanya di ruang rapat Wali Kota Cilegon, Senin (01/08/16).

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Cilegon, Erwin Harahap mengatakan, penyidik yang telah melakukan penyelidikan mengakui adanya kejanggalan. Dimana petugas belum menemukan adanya alasan perusahaan melakukan pemecatan yang belum memenuhi persyaratan.

"Bolehlah perusahaan tidak mau disalahkan, tapi kami telah melakukan penyelidikan bahwa manajemen PT.Cabot Indonesia dalam melakukan pemecatan belum memenuhi persyaratan. Makanya kita akan panggil pihak perusahaannya," jelas Erwin.

Menanggapi hal tersebut Humas PT.Cabot Indoensia, Febri Handriadi mengatakan, perusahaan melakukan pemutusan hubungan kerja lantaran perusahaan mengalami dampak perekonomian yang melemah sehingga pihaknya terpaksa melakukan PHK.

"Kita memang benar-benar dengan sangat terpaksa melakukan PHK, kami juga sudah menutup pabrik di Pulo Ampel," katanya. (S.H/red)

berita terkait

Komentar