Walau Tidak Enak, Cemburu Pertanda Kita Manusia

TOPmedia - Setiap manusia pasti pernah merasa cemburu atau iri pada orang yang kita kenal baik teman atau pasangan. Penyebabnya pun bisa beragam.

Umumnya, rasa cemburu itu akan hilang seiring dengan berjalannya waktu. Namun, bagaimana jika perasaan tersebut bisa berpengaruh pada hubungan Anda dengan orang lain?

Cemburu adalah suatu sikap yang membuat seseorang menjadi manusia. Itu adalah bagian dari diri kita.

"Secara biologis dan emosional, mekanisme bertahan hidup kita yang paling awal adalah keterikatan kita pada orang lain," kata Mark B. Borg Jr. PhD, penulis Irrelationship and Relationship Sanity.

Rasa cemburu membuat keterikatan Anda dengan orang lain terancam. Pada saatnya, ini juga bisa membuat Anda merasa terancam.

Borg mengatakan, dengan kata lain, kita berharap orang yang cintai membuat kita merasa aman. Namun, di saat mereka tidak melakukannya, kita merasa cemburu.

Yang Tidak Boleh Dilakukan Saat Cemburu

Umumnya, kecemburuan tidaklah berbahaya. Namun, itu berbeda ketika sudah mulai mengacaukan suasana hati dan mengalihkan perhatian. Borg juga menambahkan, risiko terburuk dari cemburu yang dibiarkan terjadi terus menerus adalah rusaknya hubungan Anda.

Meski tidak berbahaya, ada hal-hal yang tidak boleh dilakukan ketika Anda sedang merasa cemburu.

Terapis keluarga dan pernikahan, Risa Ganel mengatakan yang tidak boleh dilakukan adalah melakukan serangan atau tuduhan. Melakukan itu pada seseorang atau menyalahkan mereka atas perasaan Anda hanyalah pemantik pertengkaran.

"Anda ingin memiliki emosi Anda dan mengendalikan mereka," kata Ganel.

Selain itu, dalam kecemburuan dalam bidang asmara, jangan mencoba untuk mengintai atau melewati privasi mereka untuk membuktikan bahwa perasaan cemburu Anda adalah benar adanya.

"Tidak ada hubungan yang pernah baik melalui pengintaian," ujarnya Ganel menambahkan.

Borg mengatakan, cemburu adalah hal yang normal apabila terjadi sesekali. Namun, ketika itu terjadi hampir setiap hari atau memicu perasaan marah yang hebat ditambah dengan kekerasan, Anda mungkin sebaiknya menemui profesional kesehatan mental untuk menanganinya.

 

Sumber: Liputan6.com

berita terkait

Komentar