Wakapolri Komjen Pol Ari Dono Sukmanto. (foto:net)
Wakapolri Komjen Pol Ari Dono Sukmanto. (foto:net)

Wakapolri Himbau Warga Banten Tak Ikut Gerakan People Power

SERANG,TOPmedia - Wakapolri Komjen Pol Ari Dono Sukmanto saat sambutan pada giat safari Ramadhan di Mapolda Banten, Sabtu (18/5) mengatatakan, warga Indonesia merupakan warga yang penuh dengan keberagaman dan perbedaan adat, suku dan bahasa yang rawan menjadi retak jika tidak bisa memadukan keberagaman tersebut.

"Persatuan dan kesatuan merupakan elemen penting dalam mewujudkan kesejahteraan dan kemajuan bangsa,. Satu hal yang juga harus kita sadari bahwa nikmat terbesar yang telah kita terima sebagai bangsa Indonesia adalah nikmat kemerdekaan yang sudah kita rasakan selama hampir 74 tahun," ujarnya. 

Dikatakan Wakapolri, sejak merdeka 74 tahun lalu, bangsa Indonesia bisa hidup berdampingan bahagia menikmati cita rasa yang ada di Indonesia. 

"Hal itu patut kita syukuri bersama dengan terus menjaga dan mengisi kemerdekaan ini untuk kemajuan dan kesejahteraan bangsa, karena itu kegiatan safari ramadhan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan,"ucapnya. 

Ditegaskan Wakapolri, pada pemungutan suara pemilu 2019 yang telah berlalu ada riak-riak yang berpotensi memecah belah untuk itu persatuan dan kesatuan harus dipupuk lagi. 

"Sehingga apa yang sudah berlalu  kemarin, kalau mungkin ada perbedaan mari kita tinggalkan untuk bersama bersatu memupuk persatuan dan kesatuan NKRI," tukasnya.

Sementara itu ditempat yang sama, Kapolda Banten Irjen Tomsi Tohir mengimbau warga Banten tak terpengaruh ajakan people power di Jakarta pada 22 Mei 2019 mendatang. Warga diminta tetap di Banten dan menjalankan ibadah puasa. 

"Masyarakat Banten melaksanakan ibadah dan kesehariannya tanpa mengurangi puasa, kegiatan pekerjaan dan sebagainya. Bisa berjalan seperti biasa tidak terganggu ajakan people power," kata Tomsi. 

Ia berharap warga Banten lebih arif dan bijaksana menyikapi berkembangnya situasi nasional belakangan. Warga diminta memahami hukum yang berlaku dan menyerahkan persoalan terkait Pemilu pada KPU di Jakarta. (Beni/Red)

berita terkait

Komentar