Sejumlah TKA sedang bekerja di Pabrik Semen Merah Putih, Kec. Bayah. (foto:net)
Sejumlah TKA sedang bekerja di Pabrik Semen Merah Putih, Kec. Bayah. (foto:net)

Wah! TKA di Pabrik Semen Merah Putih Dilaporkan jadi Kuli Panggul

BAYAH, TOPmedia - Keberadaan Tenaga Kerja Asing (TKA) di PT Cemindo Gemilang di Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, masih dikeluhkan oleh sejumlah karyawan lokal yang berasal dari warga sekitar lokasi pabrik.
 

Pasalnya, adanya perbedaan upah yang cukup jauh antara TKA dan tenaga kerja lokal yang bekerja di pabrik yang memproduksi Semen Merah Putih itu.

Seperti dikutip dari Radio Mora FM dalam program dialog interaktif bersama Imigrasi Serang yang disiarkan secara langsung, Kamis (28/7/2016), seorang warga bernama Lukito yang merupakan warga Kabupaten Lebak, melalui sambungan telepon membeberkan informasi tentang masih adanya TKA di perusahaan tersebut.

Bahkan Lukito mengungkap, jika adanya ketimpangan dalam hal pengupahan yang dilakukan oleh pihak manajemen PT Cemindo Gemilang kepada karyawan lokal dan karyawan TKA.

Lukito juga memberikan informasi kepada penyiar, jika saat ini masih ada TKA yang bekerja di pabrik tersebut dan bekerja sebagai buruh kasar. Akibatnya lanjut Lukito, banyak warga lokal yang tersingkir, karena tidak adanya peluang bekerja di pabrik itu.  

"TKA harusnya pekerja profesional yang didatangkan dari luar negeri, bukan buruh kasar tukang kuli panggul bangunan. Dampaknya warga lokal menjadi tersingkir," kata Lukito saat berinteraksi dengan penyiar Mora FM.

Lukito pun meminta, agar pihak Imigrasi Serang turun ke lapangan dan melakukan inpeksi mendadak di pabrik tersebut.

"Saya hari ini melaporkan melalui dialog interaktif ini, bahwa belum lama ini saudara saya di Bayah memilih berhenti bekerja karena sakit hati terhadap manajemen perusahaan Pabrik Semen, lantaran memberikan upah yang jauh lebih kecil dibandingkan para TKA. Padahal kerjanya sama menjadi tukang bangunan," tukas Lukito.

Sementara Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Serang, Montano Frangky Rengkung, yang menjadi narasumber dalam dialog interaktif itu meminta kepada warga agar segera melapor ke pihaknya, apalabila menemukan ada TKA di Pabrik Semen Merah Putih di Kecamatan Bayah yang bekerja sebagai buruh kasar.

"Kami akan segera turun meninjau langsung ke lapangan apabila ada laporan warga disertai barang bukti. Saat ini kami juga sudah berusaha untuk memasang mata-mata atau intel untuk memantau keluhan banyaknya TKA tersebut," ungkap Montano.

Menyikapi pernyataan Montano, Lukito mengaku kecewa,  menurutnya warga tidak mudah untuk mendapatkan bukti-bukti seperti halnya foto. Karena perusahaan memiliki SOP terhadap tamu atau pengunjung yang ingin masuk ke dalam wilayah Pabrik.

"Harusnya pihak imigrasi yang melakukan pengintaian sendiri dan mendapatkan bukti-bukti dari laporan warga, karena petugas imigrasi bisa masuk dan memantau langsung baik seizin perusahaan atau tanpa seizin perusahaan untuk kepentingan masyarakat umum," pungkas Lukito. (red)

berita terkait

Komentar