Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat. (Foto: Net)
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat. (Foto: Net)

Wagub DKI Diperiksa Bareskrim Polri, Ada Apa?

JAKARTA, TOPMEDIA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat memenuhi pemeriksaan Bareskrim Polri. Ia datang sekitar pukul 09.00 WIB.

Djarot diiperiksa sebagai saksi terkait kasus korupsi pembelian lahan Cengkareng Barat.

“Karena kan saya ikut paraf untuk keputusan Gubernur, terutama soal penetapan lokasi pembangunan rusunawa,” kata Djarot saat baru tiba di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (22/7/2016).

Djarot mengaku belum mengetahui hal apa yang akan ditanya oleh penyidik Bareskrim nanti.

“Belum tahu apa yang akan ditanyakan. Jadi itu normatif ya setiap surat yang ditandatangani Gubernur,” ujarnya.

“Apalagi keputusan gubernur, itu melalui berbagai macam prosedur, salah satunya adalah Wagub itu yang terakhir paraf dari 8 SKPD atau UKPD sebelum diparaf dan ditandatangani gubernur, terutama tentang penetapan lokasi,” katanya seraya berjalan memasuki gedung Bareskrim.

Lahan seluas 4,6 hektare itu dibeli Dinas Perumahan dan Gedung Pemerintah Daerah DKI dengan anggaran sebesar Rp648 miliar. Anggaran itu bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI.

Dinas Perumahan membeli lahan karena seorang warga bernama Toeti Nizlar Soekarno melalui kuasanya, Rudi Hartono Iskandar, melakukan penawaran dengan memperlihatkan sertifikat hak milik (SHM) pada Juli 2015.

Dinas Perumahan kemudian melakukan transfer pembelian ke rekening kuasa pemilik lahan pada November 2015. Dinas Perumahan belakangan mengetahui bahwa lokasi pembangunan kompleks rumah susun (rusun) itu ternyata dimiliki Dinas Kelautan, Pertanian, dan Ketahanan Pangan DKI.

Lahan itu diketahui merupakan milik Pemerintah Provinsi DKI sendiri saat Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menyerahkan hasil audit atas laporan keuangan Pemerintah Provinsi DKI tahun 2015 pada 1 Juni 2016. (Oct/Red)

berita terkait

Komentar