Audiensi Mahasiswa UIN Banten dengan pihak rektorat
Audiensi Mahasiswa UIN Banten dengan pihak rektorat

Unjuk Rasa Mahasiswa Berhasil, UIN Banten Berikan Potongan UKT 20 Persen

SERANG, TOPmedia – Sejumlah Mahasiswa mengatasnamakan Aliansi Darurat Universitas Islam Negeri (UIN) Banten mengadakan Audiensi dengan pihak Rektorat terkait tindak lanjut Aksi unjuk rasa pemotongan UKT beberapa hari lalu.

Audiensi tersebut berlangsung dengan dihadiri oleh Kepala Biro Adminsitrasi dan kemanfaatan serta Wakil Rektor lll . 

Wakil Presiden Mahaiswa UIN SMH Banten Fauzan mengatakan hasil keputusan dari audiensi setelah rangkain aksi yang dilakukan kemarin, kata dia, menghasilkan kesepakatan pemotongan 20% tanpa syarat, namun ini digaris bawahi dengan para mahasiswa mengisi formulir keterangan pribadi.

"Tidak semua mahasiswa mendapatkan pemotongan 20% tersebut, yaitu mereka yang orang tuanya bekerja sebagai PNS, ASN, anggota TNI - POLRI," katanya kepada wartawan, Senin (8/2/2021).

Fauzan menjelaskan, pemotongan UKT itu memang ada, terkecuali, kata dia, orang tua yang bekerja, aparat kepolisian, TNI, ASN, PNS dan lain-lainya itu tidak bisa mengajukan pemotongan UKT 20% karena memang itu sudah diatur dalam KMA NO 81.

Fauzan mengklaim bahwa UIN SMH Banten adalah kampus yang berhasil memperjuangkan pemotongan UKT 20% tanpa syarat, kemudian, kata dia, sampai hari ini informasi yang ia dapatkan bahwa UIN Banten adalah satu satunya kampus yang berhasil melakukan pemotongan UKT 20% tanpa syarat.

"Ini adalah hasil terbesar sePTKIN di Indonesia yang tidak menggunakan syarat," ungkapnya.

Sementara itu, Kordinator Umum Aliansi Darurat UIN Banten, Wildan Mufti mengungkapkan pihaknya akan tetap mengawal kebijakan ini sampai benar-benar terealisasi semuanya dan tidak akan stagnan hanya mengawal isu-isu UKT, namun, kata dia, isu-isu lainnya.

"Untuk kelangsungan pergerakan Aliansi kita tidak akan stagnan hanya persoalan isu-isu UKT, tapi terkait pengawalan kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh lembaga kampus yang akan diberlangsungkan dikemudian hari, jika kesepakatan tersebut tidak sesuai dengan realita yang ada maka kita akan kembali turun aksi," tandasnya.(Adi/Red)

berita terkait

Komentar