Sejumlah ODGJ ketika mengikuti kegiatan pembuatan telur asin di Puskesmas Pulomerak, Kota Cilegon, Kamis (11/7/2019) (Foto:Topmedia)
Sejumlah ODGJ ketika mengikuti kegiatan pembuatan telur asin di Puskesmas Pulomerak, Kota Cilegon, Kamis (11/7/2019) (Foto:Topmedia)

Tumbuhkan Kemandirian & Kreativitas, Sejumlah ODGJ Dilatih Membuat Telur Asin di Puskesmas Pulomerak

CILEGON, TOPmedia – Sejumlah orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Kota Cilegon diberikan pelatihan membuat telur asin. Pelatihan tersebut, merupakan sebagai salah satu upaya terapis yang dilaksanakan oleh Poli Kesehatan Jiwa Puskesmas Pulomerak.

“Selain pengobatan, kita juga memiliki dua kegiatan lainya yakni, senam dan terapis kelompok pembuatan telur asin. Kegiatan ini di ikuti oleh ODGJ yang sudah stabil, dan sejauh ini sudah ada lima hingga Sembilan orang,” ujar perawat dan penanggungjawab Poli Kesehatan Jiwa Puskesmas Pulomerak, Agnes Indriana, Kamis (11/7/2019).

Ia mengatakan, jumlah keselurahan pasien ODGJ ada 57 orang dari 4 kelurahan yang ada di Pulomerak, dan yang paling banyak dari Kelurahan Tamansari yakni 31 orang. Dari jumlah tersebut yang sudah stabil ada 10 hingga 19 orang.

“Dengan pelatihan tersebut, diharapkan ODGJ dapat mandiri dan dapat melakukan kegiatan lain, dan dapat berinteraksi dengan teman sesamanya dibanding di rumah. Selain itu, ia juga berharap pelatihan tersebut dapat dilanjutkan oleh para ODGJ dibantu oleh keluarganya, agar bisa menjadi mata pencahariannya,” tuturnya.

Ia mengungkapkan, untuk saat ini telur asin yang dibuat oleh para ODGJ ini ditampung oleh SCR dari Indonesia Power, namun pihaknya masih berharap ada CSR lain yang bisa mengembangkan usaha ODGJ tersebut, agar lebih banyak pemasarannya.

Agnes menambahkan, bahwa pasien ODGJ di Pulomerak kebanyakan masih usia produktif. Oleh karena itu, selain butuh pengobatan juga dibutuhkan pelatihan agar saat mereka sembuh, mereka dapat beraktivitas kembali ditengah masyarakat. Untuk itu ia berharap agar masyarakat yang memiliki anggota keluarga mengalami ODGJ untuk tidak segan dibawa ke puskesmas untuk diberikan pengobatan.

Salah seorang ODGJ yang mengikuti pelatihan adalah Kuljiah mengatakan, bahagia bisa menerima pengobatan serta mengikuti kegiatan tersebut. Ia juga bertekad, jika sudah memiliki modal untuk melanjutkan ketrampilan tersebut, menjadi usaha.

“Sebelumnya saya dagang kopi dipelabuhan merak, makanya saat saya punya modal saya akan membuat  dan memasarkan telur asin, seperti yang dilakukan dipelatihan ini,”ujarnya. (IK/Red)

berita terkait

Komentar