Foto ilustrasi. (Foto: Net)
Foto ilustrasi. (Foto: Net)

Tiga Hari Terkatung-katung di Tengah Laut, Tiga Awak Kapal Selamat

CILEGON, TOPmedia - Awak kapal motor Kartika II bermuatan 1.972 tabung gas elpiji yang tenggelam di Perairan Selat Malaka pada 14 Agustus 2016 lalu, tiga diantaranya berhasil diselamatkan Kapal MT Southernpec 12 milik Singapura yang kebetulan melintas di perairan Bangka Belitung, saat akan menuju Pelabuhan Pelindo, Ciwandan, Kota Cilegon.

Ketiga korban tenggelamnya KM Kartika II yang berhasil diselamatkan itu, kini tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panggung Rawi, Kota Cilegon.

Tiga orang awak kapal nahas itu, menjalani perawatan intensif lantaran kondisinya cukup lemah, setelah tiga hari terkatung-katung di tengah laut. 

Adapun nama-nama korban yang ditemukan selamat yaitu, Sudirman (ABK), Aldi (ABK) dan Andi Acok (Kapten Kapal).

Kronologi tenggelamnya kapal motor kartika II seperti dijelaskan Andi Ucok salah seorang kobran, bermula saat kapal dengan kapasitas 24 grosston (GT) itu, pada hari Sabtu (13/8/16), bertolak dari Pelabuhan Pangkalbalam Pangkalpinang menuju Pelabuhan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung untuk mengantarkan 1.936 tabung jenis 12 kilogram dan tabung elpiji 50 kilogram sebanyak 12 tabung.

Namun nahas Kapal yang dinahkodai oleh Acok dan Empat anak buah kapal (ABK) yakni, Armansyah, Aldi, Sudir dan Haji Asek yang membawa ribuan tabung gas elpiji tersebut tenggelam akibat dihantam gelombang setinggi 1,5 meter, setelah melakukan perjalanan selama 14 jam.

Ketiganya selamat setelah berusaha mengapung dengan menggelayuti tabung gas elpiji yang dimuat kapalnya. "Yang dua saya tidak tau, tapi kami selama diatas laut hanya berpegangan pada tabung gas," kata ucok sambil terbaring lemah, di ruang perawatan, Kamis (18/08/16).

Dua korban lainnya terlebih dahulu berhasil ditemukan oleh nelayan Kurau, Bangka Tengah sekitar 5 hingga 6 mil dari daratan. Korban mengalami luka dibagian punggung. Setelah terapung tiga hari tiga malam.

Kapten kapal, Andi Ucok mengaku tidak mengetahui secara detail, penyebab tenggelamnya kapal pembawa tabung gas tersebut. Saat terjadi cuaca buruk dan gelombang tinggi secara tiba-tiba mesin kapal mati dan lambung kapal mengalami kebocoran. "Di atas kapal kita ada lima orang, tiba-tiba air sudah penuh didalam kapal mungkin karena ada yang bocor.

"Saat itu sedang terjadi gelombang tinggi," terangnya.

Andi mengungkapkan, selama tiga hari diatas laut, dirinya berusaha meminta tolong kepada kapal-kapal yang melintas. Namun tidak ada kapal yang menolongnya, hingga akhirnya Kapal MT Southernpec 12, kapal berbendera Singapura yang akan menuju Ciwandan menyelamatkannya.

"Kapal yang lewat banyak, tapi tidak ada yang mau menolong kami. Beruntung ada kapal Singapura yang melihat kita. Sebenarnya kapal itu sudah lewat jauh tapi kapal itu kembali menolong kita," ungkapnya. (SH/red)

berita terkait

Komentar