Divisi Hukum Bawaslu Banten, Bachtiar Rifai.*
Divisi Hukum Bawaslu Banten, Bachtiar Rifai.*

Terkait ASN Banten Dukung Anak Gubernur, Bawaslu: Terlapor Mengaku Iseng

SERANG, TOPmedia - Terkait laporan adanya dugaan keterlibatan Aparatur Sipil Negara (ASN) Provinsi Banten dalam mendukung calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Fadhlin Akbar, yang merupakan anak dari Gubernur Banten Wahidin Halim, diakui oleh Faturrahman yang merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kasubag Tata Usaha (TU) kantor cabang Dinas (KCD) Serang - Cilegon juga selaku admin dalam group WhatsApp tersebut.

Dalam laporan Firman Hakim ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Banten pada Selasa (19/3/2019), diduga ada 3 ASN eselon 2 dan sejumlah eselon 3 dan 4 yang disebutkan dalam laporan yang terdapat dalam group WhatsApp melakukan politik praktis.

Menurut Divisi Hukum Bawaslu Banten, Bachtiar Rifai menerangkan, pemeriksaa hari ini terhadap Faturrahman sebagai terlapor telah mengakui atas perbuatannya dan dalam grup yang dibuatnya dengan alasan karena iseng dan ketidaktahuannya.

Baca juga: Bawaslu Tindaklanjuti Kasus Dugaan Mobilisasi ASN Pemprov Banten untuk Caleg DPD RI

"Ya, ternyata sudah ada pengakuan dari saudara Faturahman yang kita periksa hari ini yang berstatus terlapor dalam dugaan keterlibatan aparatur sipil negara (ASN) Provinsi Banten dalam mendukung calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Fadhlin Akbar, dia yang buat group WhatsApp tersebut dan adminnya juga dia," katanya, di kantor Bawaslu Banten, Selasa (26/03/2019).

Menurut Faturahman, terang Bachtiar, selain karena iseng, hal tersebut dilakukan karena dasar pertemanan saja pada Fadhlin Akbar, yang merupakan salah satu anak Gubernur Banten.

"Menurut pengakuan dari saudara Faturahman yang kita periksa hari ini juga, kenapa ada banyak kepala-kepala dinas di grup WhatsApp tersebut, menurut mengakuannya pula, niat dia awalnya mau ngundang kiai-kiai tadinya, maka dia ketik kode (K) kemudian asal eit eit eit, ternyata kepala dinas yang masuk dalam group tersebut, jadi menurut dia (Faturahman) itu tidak sengaja dilakukan," terangnya.

Bachtiar juga menjelaskan bahwa, setelah yang bersangkutan melalui saya sudah minta maaf kepada negara dan masyarakat dan berjanji tidak mengulangi lagi perbuatannya dan dia mengaku tidak mengetahui terkait adanya aturan yang melarang Apatur Sipil Negeri (ASN) atau Pegawai Negeri Sipil (PNS) terkait dukung mendukung seperti itu.

"Kami mengira dalam pasal 283 mengarah aktifitas dan tingkah laku terlapor saudara Fatur ini, cuma seperti apa kaitannya kita tidak tau karna kita saat ini juga masih dalam tahap pendalaman. Pengakuan nya pun tidak bisa menjadi sesuatu yang mutlak, tetap kami akan memanggil Kadis-Kadis yang lain, namun kita akan meminta restu dari teman-teman yang lain komisioner terutama kordip HTP, surat-surat telah kita buat, namun kita tetap menunggu dari teman-teman komisioner," jelasnya.(Tb/Red)

berita terkait

Komentar