Petani melon di Kota Cilegon. (Foto: TOPmedia)
Petani melon di Kota Cilegon. (Foto: TOPmedia)

Tergiur Keuntungan, Petani Padi di Cilegon Beralih Tanam Melon

CILEGON, TOPmedia - Di musim tidak menentu seperti sekarang ini, sejumlah petani padi di Kota Cilegon beralih profesi menjadi petani melon yang dinilai lebih menjanjikan. Selain membutuhkan air lebih sedikit dibanding tanaman padi, tanaman melon lebih menguntungkan karena tidak membutuhkan waktu yang lama untuk memanennya.

Para petani padi di lingkungan Semendaran, Kelurahan Panggungrawi, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon, beralih tanam sejak tiga tahun terakhir. Pasalnya lahan pesawahan yang hanya mengandalkan tadah hujan tak memungkinkan lagi untuk ditanami padi, sehingga para petani sekitar terpaksa beralih menjadi petani melon yang membutuhkan air lebih sedikit dibandingkan tanaman padi.

Diungkapkan Kasmin, salah seorang petani mengaku, budidaya melon apolo juga cukup menjanjikan karena dalam satu hektar lahan, dengan 1.600 tanaman-tanaman melonnya bisa menghasilkan buah melon sekitar 15 hingga 20 ton sekali panen, yang bisa dinikmati lebih cepat sekitar dua bulan dari masa tanam.

“Kalau tanam melon lebih cepat, lebih menjanjikan. Setahun kita bisa tanam sampe lima kali karena masa tanam hingga panen itu tidak butuh waktu lama. Sehektar kalau tanamannya sekitar 1.600 itu kita bisa panen hasilnya sampe 20 ton,” jelas Kasmin, Rabu (09/11/2016).

Hal Senada dikatakan Samin, meski modal diakuinya cukup besar dibandingkan dengan bertanam padi, namun membudidayakan tanaman melon apolo dinilai lebih menguntungkan. Terlebih perkilonya para petani sekitar sudah dihargai para tengkulak sebesar Rp10 ribu perkilogramnya. Untuk itu para petani sekitar kini memilih menjadi petani melon, dibanding menanam padi yang lebih banyak membutuhkan air dimusim cuaca tak menentu ini.

“Ya kita mah udah tiga tahunan, mending tanem melon apolo, apalagi kan air sekarang susah jadi kita sementara gak tanem padi dulu. Harganya juga lumayan, di tempat sudah dihargai 10 ribu per kilogramnya,” jelas samin.

Para petani padi yang kini beralih menjadi petani melon ini mengaku, melakukan inovasi pada komoditas jenis tanaman yang akan ditanam, menyesuaikan dengan kondisi cuaca agar lahan pesawahannya tetap bisa produktif. (S.H/Red)

berita terkait

Komentar