Gubernur Banten, H. Wahidin Halim, saat bersama Mendagri Tjahyo Kumolodi Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Palima Kota Serang, Jumat (28/12/2018)
Gubernur Banten, H. Wahidin Halim, saat bersama Mendagri Tjahyo Kumolodi Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Palima Kota Serang, Jumat (28/12/2018)

Tanggap Dalam Tangani Bencana Tsunami, Mendagri Apresiasi Gubernur Banten

SERANG, TOPmedia - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Republik Indonesia, Tjahyo Kumolo, memberikan apresiasi kepada Gubernur Banten Wahidin Halim, beserta jajarannya dalam proses penanganan bencana Tsunami Selat Sunda di Provinsi  Banten.

“Saya mengapresiasi Pak Gubernur dalam operasi tanggap darurat terhadap Tsunami di Banten ini,” katanya saat mendakan pertemuan dengan Gubernur Banten, H. Wahidin Halim, di Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Palima Kota Serang.

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur memaparkan proses penanganan bencana Tsunami Selat Sunda di Provinsi Banten. Gubernur menjelaskan, sesaat setelah memastikan terjadi Tsunami yang melanda sebagian wilayah Provinsi Banten, dirinya langsung mengintruksikan tanggap darurat penanganan bencana.

Minggu dini hari atau sekitar 2 (dua) jam setelah kepastian terjadi Tsunami Pemprov Banten menerjunkan alat-alat berat ke lokasi bencana. Berbarengan dengan itu, tim evakuasi dan tim kesehatan meluncur ke lokasi bencana. Pada awal-awal penanganan, diakui Gubernur memang cukup berat, karena kejadiannya malam hari. Namun, berangsur siang proses tanggap darurat berjalan normal.

“Dalam tempo 2 (dua) hari keadaan berangsur pulih. Jalan-jalan sudah bisa dilalui kendaraan, sehingga proses evakuasi korban sudah lebih mudah dilakukan.  Gubernur juga mengakui, poses penanganan di wilayah yang terisolir, yaitu Kec. Sumur  baru dilaksanakan  pada hari ketiga. Karena akses ke Sumur tertutup. Dan, baru hari ketiga jalan-jalan selesai diperbaiki.,”tuturnya.

Kepada Mendagri, Gubernur melaporkan, dampak Tsunami menyebabkan, sampai dengan 27 Desember 2018 pukul 23.30 WIB pada data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten menyebutkan sebanyak 306 orang meninggal dunia, 709 luka-luka, 40 orang hilang, 39.525 orang sekarang berada dalam pengungsian. Sementara kerugian material mencapai 602 unit rumah, 80 unit roda empat, 57 unit roda dua, dan 14 hotel/vila, serta 60 warung kuliner, 215 gazebo, dan 44 unit perahu.

Untuk penanganan itu, Pemprov Banten telah mendirikan 7 (tujuh) dapur umum lapangan, dan  1 (satu) dapur umum lapangan mandiri masyarkat. Sudah mendirikan 30 osko penanggulangan bencana, 10 puskesmas sebagai sarana kesehatan darurat dan 6 rumah sakit rujukan.

Gubernur juga melaporkan, dirinya sudah menetapkan status tanggap darurat penanganan tsunami Selat Sunda mulai tanggal 27 Desember 2018 sampai dengan 9 Januari 2019. (RED)

berita terkait

Komentar