Razia di Kepandean Kota Serang, Polisi Temukan Celana Milik Wanita Diduga Ada Aktivitas Esek - esek, Jumat (27/11/2020) malam hingga Sabtu dini hari.
Razia di Kepandean Kota Serang, Polisi Temukan Celana Milik Wanita Diduga Ada Aktivitas Esek - esek, Jumat (27/11/2020) malam hingga Sabtu dini hari.

Takut Kena Razia, Celana Panjang Wanita Ditinggalkan Pemiliknya Di Ruko Diduga Tempat Prostitusi

SERANG, TOPmedia - Kepolisian Resor Serang Kota Polda Banten bersama Satgas Covid-19 Kota Serang gelar Operasi Protokol Kesehatan dan Penyakit Masyarakat (Pekat) pada Jumat (27/11/2020) malam hingga Sabtu dini hari.

Petugas menyasar diduga tempat prostitusi yang berlokasi di Kepandean Kota Serang, celana panjang milik seorang wanita tertinggal di dalam ruko yang sudah disulap menjadi kamar. Alat kontrasepsi yang terlihat baru dibuka, tergelar di lantai.

Di dalam ruko itu, terdapat kasur, kipas angin dan kain sebagai penutup agar tidak terlihat keluar jika melakukan aktifitas esek-esek.

Jika siang hari, merupakan lapak barang bekas yang menjual peralatan dan suku cadang motor hingga mobil. Saat malam hari berubah menjadi lokasi prostitusi kelas bawah.

"Tempat tersebut yang diduga dilakukan hal tidak terpuji. Tidak ditemukan perilaku tidak terpuji, namun ditemukan alat kontrasepsi. Sudah saya minta anggota untuk penyelidikan apakah disitu ada tindak pidana. Jika ada, maka akan berkoordinasi dengan instansi terkait," kata Kabagops Polres Serang Kota AKP Yudha Hermawan, Sabtu (28/11/2020).

Kemudian disekitar kawasan Legok, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, ada enam orang remaja sedang menenggak minuman keras (miras). Tiga wanita dan tiga lagi teman prianya, mereka masih berusia antara 17 hingga 19 tahun.

Tak hanya diduga tempat prostitusi, razia juga menyasar masyarakat yang sedang menenggak miras dan narkoba.

"Ditemukan ada enam pemuda yamg masih berusia 17 tahun, duduk dipinggir jalan dan minum miras. Dilakukan pengamanan, selanjutnya dilakukan investigasi, pembinaan dan menjadi pembelajaran bagi semua pemuda, agar menjadi generasi muda yang produktif dan menjaga kehormatan keluarga, Kemudian keenam remaja tersebut dikembalikan ke orangtuanya untuk dilakukan pembinaan," terangnya.

Sejumlah Tempat Hiburan Malam (THM) dan tempat nongkrong anak muda di Ibu Kota Banten juga diperiksa. Namun, tidak ditemukan satupun THM yang buka.

Masyarakat yang tidak menggunakan masker pun tak luput dari peringatan petugas gabungan Satgas Covid-19.

"Mengecek ke objek, semuanya dalam keadaan tutup dan tidak ada yang beroperasi. Kedua, pekat, diantaranya peredaran miras, narkoba, berbagai macam bentuk pelanggaran hukum dan ketentraman umum," tandasnya.(Adi/Red)

berita terkait

Komentar