Pembongkaran lapak PKL di Stadion Maulana Yusuf, Ciceri, Kota Serang. (Dok: BN)
Pembongkaran lapak PKL di Stadion Maulana Yusuf, Ciceri, Kota Serang. (Dok: BN)

Soal Relokasi PKL, Pemkot Serang Dinilai Terburu-buru & Abaikan Unsur Yuridis

SERANG, TOPmedia - Mengejar target 100 hari kerja Pemerintah Kota Serang merelokasi pedagang kaki lima (PKL) Eks Stadion Maulana Yusuf ke Kepandean. Ternyata, relokasi tersebut menimbulkan banyak polemik.

Pasalnya kebijakan relokasi tidak sejalan dengan Perda Nomor 4 tahun 2014 tentang Penataan dan Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima (PKL). Pada Bab III Pasal 4 tentang Penataan dan Pemberdayaan PKL.

Politisi dari Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Nandang Wira Kusumah menilai, dalam melakukan relokasi para PKL ini Pemkot harus mempersiapkan sarana dan prasarananya terlebih jangan terburu-buru.

"Orang harus pindah, berarti harus siap semua sarana dan prasarana fisik maupun tata kelolanya nanti seperti apa, siapa yang mengelola nanti, dibawahi sama dinas apa nantinya," katanya, ketika dihubungi melalui telpon selulernya, Senin (4/2/2019) .

Seharusnya menurut Nandang, pria yang juga advokat ini mengatakan Pemkot  jangan demi mengejar target 100 hari mengabaikan unsur yuridis dan sisi kenyamanan dari PKL tersebut.

"Jangan sampai takut disalahkan, sekarang kan paham orang juga kalau proses itu pasti membutuhkan waktu, yang penting udah dikerjakan ada report jadi nanti kalau sudah siap tinggal relokasi," ujarnya.

Ia juga berharap kepada Pemkot agar relokasi dapat berjalan dengan baik dan diterima semua pihak. Pemkot harus menyiapkan sistemnya jangan sampai berbenturan dengan yang sudah ada.

“Intinya kita berharap agar ada solusi yang baik terhadap saudara-saudara kita para PKL ini," tukasnya. (Kie/Red)

berita terkait

Komentar