Petugas Dinas taman dan pemakaman DKI Jakarta saat sidak makam fiktif di TPU Tegal Alur‎.*
Petugas Dinas taman dan pemakaman DKI Jakarta saat sidak makam fiktif di TPU Tegal Alur‎.*

Soal Makam Fiktif, Pemprov DKI Lakukan Sidak

JAKARTA, TOPmedia - Kepala Dinas taman dan pemakaman TPU Tegal Alur‎, Djafar Muchlisin‎ mengatakan, pihaknya yang melakukan Sidak makam fiktif pada Jumat (29/7/2016). TPU Tegal Alur sendiri ada sebanyak 164 makam fiktif yang sudah diklarifikasi oleh pihak keluarga pemilik makam itu.

"Sudah dinyatakan betul betul fiktif bahkan sudah ada penryataan dari pihak keluarga. Kami akan ‎menyerakan kepada pemda Jakarta karena mereka baru tahu tentang aturan di perda 3 tahun 2007.
Dipasal 37 itu kan dinyatakan tidak diperkenankan dan larangan pemesanan pemakaman," ujarnya kepada wartawan.

Djafar melanjutkan, pihaknya juga melakukan penertiban dengan cara mengangkat barisan dan menggali dan meratakan makam itu.‎ Sehingga, masyarakat akan tahu bahwa di TPU tersebut masih tersedia tempat pemakaman.

"Masyarakt tidak perlu khawatir di TPU ini masih tersedia lahan pemakaman. Saat ini kita lihat kenapa ini fiktif dan ketika kita lihat di buku registrasinya ke 164 makam itu tidak terdaftar, tapi dilapangan ada gudukan," tuturnya. 

Gundukan ini, kata Djafar jika ada yg memakamkan akan ditunjukkan ini masih kosong‎ meski gundukan itu terlihat. Artiny sudah menyerahkan sepenuhnya ke pihak taman dan pemakaman. "Tadi kita sudah coba lakukan konfirmasi ke pihak keluarga yang diduga pemilik makam fiktif tapi tidak bisa dihubungi," katanya.

Djafar menegaskan, petugas TPU akan diberikan sanksi, bahkan jika ia seorang PNS maka tak segan-segan akan melakukan pemecatan atau mencopot jabatannya d‎an memindahkan. Pasalnya, pada bulan mei lalu, pihaknya sudah melakukan pengawasan terhadap petugas makam dan sudah ada 48 petugas pemakaman yang dimutasi dengan cara tidak diberikan posisi.

"Yang dipecat itu masi berlaku untuk PHL. PNS Juga akan kita lakukan pemecatan. 48 pns dan 8 orang phl," tutupnya. (Landy/Red)

berita terkait

Komentar