Warga Desa Pamubulan mulai berkumpul di Kantor Desa Pamubulan. Minggu (09/04/2017) malam. (foto:TOPmedia)
Warga Desa Pamubulan mulai berkumpul di Kantor Desa Pamubulan. Minggu (09/04/2017) malam. (foto:TOPmedia)

Situasi Mencekam, Warga Merasa Diadu Domba Perusahaan

BAYAH,TOPmedia - Situasi  Minggu (9/04/2017) malam ini, di Desa Pamubulan, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak,semakin mencekam setelah 8 mobil Brimob turun ke lokasi quarry 1 untuk mengawal pengangkutan bahan baku Pabrik Semen. Sementara warga Desa Pamubulan pun mulai terpecah dua, antara yang Pro dan Kontra.

Warga yang mendukung perusahaan yang dipimpin Kepala Desa Pamubulan, Ago Juhari, saat ini berkumpul di Kantor Desa Pamubulan, sementara warga yang menentang angkutan material berada ditempat terpisah. Kedua warga saat ini sama-sama menunggu untuk pengangkutan bahan baku material pabrik semen yang kini dikawal ketat personil Brimob lengkap dengan senjata laras panjang. Delapan Kompi Brimob Diterjunkan Menghadang Aksi Warga Pamubulan

Dari keterangan warga, kemungkinan akan terjadi bentrokan antara warga yang digerakan kepala Desa Pamubulan dengan warga yang memboikot pengangkutan bahan material pabrik semen tersebut sejak kemarin.

Saat dihubungi TOPmedia.co.id, Marto Sanjaya, yang berada pada barisan untuk menghentikan aktivitas pengangkutan bahan baku semen menyayangkan aksi mengadu domba yang dilakukan perusahaan melalui Kepala Desa.

"Saat ini kami hawatir bentrok antar warga. Perusahaan sudah berusaha mengadu domba kami, padahal kami sepakat untuk menghentikan paksa kendaraan angkutan bahan baku material oleh perusahaan karena debu kendaraan akan membahayakan bagi kesehatan kami," tegas Marto, Minggu (09/04/2017).

Marto juga menyayangkan Kepala Desa Pamubulan yang turut menurunkan massa tandingan untuk menghadang aksi warga lainnya yang berencana menghentikan paksa angkutan kendaraan material pabrik semen. (TM-1/red)

berita terkait

Komentar