Parkiran di Kawasan Kesultanan Banten. (Foto: TOPmedia)
Parkiran di Kawasan Kesultanan Banten. (Foto: TOPmedia)

Setor Rp 12 Juta Perbulan, Pengelola Parkir Banten Lama Menolak Disebut Pungli

SERANG, TOPmedia - Beredarnya kabar Pungutan Liar (Pungli) di Kawasan Kesultanan Banten, di lokasi Terminal Sukadiri dan Kawasan Penunjang Wisata (KPW) seharga Rp 5.000 untuk pengendara roda dua serta Rp 15.000 pengendara roda empat, dibantah oleh Pengelola Parkir Kawasan Kesultanan Banten. Dikarenakan mereka memiliki surat izin resmi hingga Surat Keputusan (SK) dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Serang.

Demikian dikatakan, Abdul Munif selakuk Pegelola Parkir yang memegang SK resmi dari Dishub Kota Serang, saat ditemui di Kawasan Kesultanan Banten, Kasemen, Kota Serang, Kamis (13/6/2019).

"Perlu bapak-bapak ketahui, saya sebagai pemegang SK parkiran di Kawasan Kesultanan Banten dari mulai Bulan Februari 2019 sampai sekarang. Alhamdulillah sesuai dengan keinginan Dishub Kota Serang, saya selalu setor sesuai dengan kontrak yang ada," ungkapnya.

Baca Juga: Dishub Kota Serang Tegaskan Karcis Parkir di Kawasan Kesultanan Banten Ilegal

Abdul Munif mengaku, bahwa di Kawasan Kesultanan Banten memang ada beberapa kantung parkir liar dan yang legal cuma ada dua parkiran. Yaitu, di lokasi Kebalen dan Terminal Lama Banten di Sukadiri.

"Kali ini saya klarifikasi, bilamana ada masukan dari masyarakat yang tidak tau bahwa tidak masuk PAD atau dibilang Ilegal itu tidak benar. Karena saya selalu setor ke Pemerintah melalui Dishub Kota Serang," tegasnya.

Abdul Munif juga menjelaskan, dirinya selalu terbebani biaya parkir sebesar Rp 150 juta pertahun dan Rp 12 juta perbulan kepada Dishub Kota Serang.

"Saya ini ingin ikut memajukan dan membangun di Kota Serang. Walau mahal dalam penyetoran, tetap akan kita laksanakan sesuai dengan kontrak. Sekali lagi, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya bahwa parkiran yang resmi di lokasi Kebalen dan Terminal Sukadiri," tandasnya.

Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Banten lama yang juga Ketua RT 01, Sibli, mengaku bahwa tarif parkir roda dua yang dikelolanya hanya Rp 3 ribu. Uang nya digunakan untuk membayar tenaga kebersihan Banten Lama, keamanan bagi Muspika Kasemen, dan dibagi rata bagi penjaga parkiran.

"Koordinatornya kan saya merangkul muspika, aparat, biar enggak ada preman. Uang (parkir) nya dipergunakan membayar kebersihan, membeli air, penyiraman bunga, sebagian untuk masyarakat yang jaga parkiran, di bagi rata. Yang mau jaga parkir ya silahkan gabung, sama-sama menikmati," kata Sibli, ditemui di kediamannya di belakang Masjid Agung Kesultanan Banten, Kamis (13/06/2019). (Bie/YDtama/Red)

berita terkait

Komentar