Seren Taun Cisungsang, Lebak, Banten. (Foto: Net)
Seren Taun Cisungsang, Lebak, Banten. (Foto: Net)

Seren Taun, Ritual Syukuran Hasil Panen Ala Banten Selatan

SERANG, TOPmedia - Seren Taun (Serah Taun) merupakan salah satu ritual yang dilakukan oleh Masyarakat Kasepuhan Cisungsang yang berada di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Ritual ini merupakan ungkapan rasa syukur kepada Yang Maha Kuasa setelah panen padi dilaksanakan.

Seren Taun merupakan akhir dan awal kegiatan sosial masyarakat adat Kasepuhan Cisungsang. Disebut akhir, karena pada ritual Seren Taun seluruh Masyarakat Adat Kasepuhan Cisungsang memberikan laporan aktivitasnya selama setahun ke belakang; disebut pula sebagai awal, karena pada ritual ini Kepala Adat (Abah Usep Suyatma Sr) memberikan wejangan-wejangan dan bekal untuk aktivitas setahun ke depan.

Ritual ini juga merupakan ajang silaturahmi antara anggota masyarakat kasepuhan dengan Ketua Adat, di mana masyarakat Kasepuhan melaporkan kegiatan selama setahun kepada Kepala Adat (ABAH). Seren Taun melibatkan seluruh masyarakat Kasepuhan yang dipimpin oleh Kepala Adat (Abah).

Setelah menentukan Waktu pelaksanaan ritual, kemudian Abah mengundang para penasehat, perangkat Kasepuhan dan para Rendangan (perwakilan Masyarakat adat), tokoh agama, tokoh pemuda, pemerintah desa, kecamatan, kepolisian dan menyampaikan rangkaian kegiatan yang dimaksud.

Ritual Adat Seren Taun yang dilaksanakan selama 7 hari 7 malam, bertempat di Imah Gede, yaitu tempat kediaman Abah, diisi dengan berbagai kegiatan dan ritual adat. Ritual Adat Seren Taun juga merupakan puncak siklus dari Tradisi Masyarakat Kasepuhan Cisungsang dalam proses pengolahan, menanam, memelihara, menyimpan dan menghargai Padi (dalam kepercayaan Masyarakat Kasepuhan Cisungsang, Padi diposisikan sebagai Dewi Sri). 

Diungkapkan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banten Opar Sochari, pelaksanaannya digelar mulai tanggal 22 hingga tanggal 29 Agustus 2016, dengan mengambil tema “Mi Éling Ciri Wanci Ti Karuhun” (Mengingat merupakan ciri waktu dari Karuhun). Rencananya pada hari Minggu, tanggal 28 Agustus 2016, Gubernur Banten Rano Karno. beserta jajaran akan menghadiri upacara adat tersebut.

“Adapun beberapa rangkaian ritual yang akan dan sudah digelar disana. Tetapi puncak acaranya nanti hari Minggu, aka nada upacara adat, seserahan dan acara budaya lainnya,” kata Opar.

Hal senada dikatakan Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Banten Deden Apriandhi, ia memastikan kehadiran Gubernur Banten Rano Karno di acara puncak seren taun  pada hari Minggu 28 Agustus 2016. Tradisi seren taun yang biasa diselenggarakan setiap tahun ini selalu dihadiri Gubernur Banten beserta jajaraanya.

“Pak Gubernur Insya Allah hadir di acara puncak. Bahkan beliau ada beberapa agenda lainnya disana,” kata Deden. (BN/Red)

berita terkait

Komentar