Galian sumur bor milik warga yang mengeluarkan semburan gas bumi di Lingkungan Temiang, Kelurahan Tegal Sari, Kecamatan Walantaka, Kota Serang. (Dok: TOPmedia)
Galian sumur bor milik warga yang mengeluarkan semburan gas bumi di Lingkungan Temiang, Kelurahan Tegal Sari, Kecamatan Walantaka, Kota Serang. (Dok: TOPmedia)

Semburan Gas di Walantaka Tak Kunjung Ditangani, Warga Menilai Pemkot Serang Lamban

SERANG, TOPmedia - Terkait semburan gas yang mengandung belerang dan solar di Lingkungan Tamiang, RT 05/03, Kelurahan Tegal Sari, Kecamatan Walantaka, Kota Serang, Pemuda Peduli Lingkungan Kecamatan Walantaka menilai Pemerintah Kota (Pemkot) Serang lamban dalam menanganinya.

Padahal, Pemerintah sudah menjanjikan bahwa penanganan akan selesai sepekan setelah dilakukan pengecekan uji lab oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang dan Dinas Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Banten. Namun, hingga saat ini Uji Lab tersebut belum kunjung usai.

Hal tersebut juga telah dinilai akan memperparah dan membuat masyarakat cemas, karena semburan gas tersebut semakin hari semakin parah dan bau belerangnya semakin menyengat hingga membuat warga di sekitar lokasi merasakan tidak nyaman.

Baca juga: Gali Sumur Bor, Warga Kota Serang Dikejutkan Semburan Gas Bumi

"Ini sudah hampir seminggu lewat, bahkan 10 hari penanganan belum kunjung tertangani," ujar Ketua Pemuda Peduli Lingkungan Kecamatan Walantaka, Slamet Ibnu Hadi, Selasa (20/8/2019).

Ia mengaku, kekhawatiran dengan adanya gas tersebut semakin menyelimuti dirinya dan masyarakat setempat.

"Masyarakat takut terjadi hal-hal yang negatif kepada warga, karena semakin hari bau nya semakin menyengat," cetusnya.

Ia sangat berharap kepada pemerintah agar segera menagani secepatnya, lantaran jika dibiarkan terlalu lama akan berakibat kepanikan kepada warganya.

"Semoga pemerintah tidak terlalu lama uji laboratoriumnya, karena warga mulai mengeluhkan efek baunya," tandasnya. (TB/Red)

berita terkait

Komentar