Laz Harfa Banten saat memberi bantuan kepada Zahra dan ayahnya yang terletak di Kampung Masigit, Desa Cibetok, Kecamatan Gunung Kaler, Tangerang, Sabtu (23/11/2019).
Laz Harfa Banten saat memberi bantuan kepada Zahra dan ayahnya yang terletak di Kampung Masigit, Desa Cibetok, Kecamatan Gunung Kaler, Tangerang, Sabtu (23/11/2019).

Sedih! Seorang Siswi di Tangerang Tak Makan dan Tinggal di Gubuk Derita Bersama Ayah Cacat, Kemana Pemerintah?

SERANG, TOPmedia - Zahra Amelia Putri, seorang siswi di Kresek, Tangerang yang sedang 'viral' karena tidak makan dua hari sebab kesulitan ekonomi membuat banyak pihak prihatin. Sebab itu, Laz Harfa Banten tak pikir panjang langsung menyambangi kediaman Zahra dan ayahnya yang terletak di Kampung Masigit, Desa Cibetok, Kecamatan Gunung Kaler, Tangerang, Sabtu (23/11/2019).

Sesampainya di kediaman Pak Ahmad yang merupakan penyandang cacat, ayah dari Zahra. Melihat kondisi rumah yang memprihatinkan. Sejak kecelakaan yang dialami Pak Akhmad 2012 silam, kondisi keluarga dan ekonominya semakin carut marut, Ia tak bisa lagi bekerja di pasar dan harus berpisah dengan istri serta anak-anaknya. Tetapi hanya Zahra lah yang setia menemani ayahanda.

"Sejak kecelakaan dan tak bisa jalan normal, saya hanya bisa membuat kandang burung untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Kalau sepi order, paling nunggu belas kasih dari para tetangga," Ujar Akhmad sambil menetaskan air mata.

Ahmad juga mengaku, dirinya hanya dapat bersabar, dengan kondisi perekonomian yang semakin memburuk pasca kecelakaan. Ia pun tak bisa melakukan banyak hal. "Kalau dulu masih bisa jualan sayur di pasar, tapi sekarang keadaannya udah beda. Saya hanya bisa pasrah, karena buang Air Kecil pun harus ditampung dan dilakuin di kamar tidur," jelasnya.

Sementara itu, Zahra yang merupakan Siswi SMPN 1 Kresek Tangerang. Mengungkapkan, bahwa memang sering sekali tidak makan dalam beberapa hari, bahkan jarang sekali sarapan jika berangkat ke sekolah. Naik sepeda sambil nahan laper udah jadi hal biasa bagi Zahra, tekadnya untuk bisa tetap sekolah memang sangat tinggi.

"Kadang biar bisa bantu ekonomi keluarga, saya harus bantu tetangga agar dapat upah. Apa saja saya lakukan, termasuk bantu jualan ketoprak. Hasilnya lumayan untuk makan sama Bapak. Walaupun seringnya kami harus nahan lapar karena ngga ada apa-apa di rumah, masih ada nasi aja udah bersyukur banget walau tidak ada lauk. Saya sih pinginnya bantu Bapak, dan pingin sekolah yang bener biar bisa jadi dokter." kata Zahra yang berusia 15 tahun.

Di tempat sama, Mamak Jamaksari selaku Manager Program dan Kemitraan Harapan Dhuafa, menjelaskan, melihat kondisi Zahra dan Pak Akhmad sangat memprihatinkan dan butuh bantuan dari berbagai pihak. Maka itu, kata dia, pada hari ini Laz Harfa Banten sebagai lembaga kemanusiaan saat berkomitmen untuk membantu keluarga Pak Akhmad, yang tak berdaya.

"Semoga saja bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari. Kita juga memberikan bantuan sarana air bersih dan bedah rumah. Kita sangat prihatin dengan kondisi rumahnya, pertama tidak layak, atap sudah pada bocor dan lapuk, ada dua kamar, dan hanya satu kamar yang digunakan untuk semua aktivitas. Bahkan buang air kecil pun bapaknya masih harus ditampung di dalam botol dan ditumpuk di dalam ruangan tersebut. Kondisi ini tentu sangat memperihatinkan," tanda mamak Jamaksari sambil mengelus pundak Akhmad bapak Zahra untuk bersabar.

Diketahui, bagi anda yang ingin membantu Zahra dan Pak Akhmad agar bisa hidup lebih layak, anda bisa sampaikan kepeduliannya melalui http://channelkebaikan.org atau transfer melalui BNI Syariah 0264089319 dengan kode donasi 035 dibelakang donasi. Atau kunjungi langsung kantor layanan kami di Jalan Graha Raya Bintaro Ruko Anggrek Loka, Blok A8, No.11 A Kec. Serpong Utara Kota Tangerang Selatan Banten 15324. (TM3/Red)

berita terkait

Komentar