Sampah Liar Menumpuk di wilayah Jalan Kesawon, Panancangan, Kecamatan Serang, Kota Serang, Banten, Kamis (24/9/2020). (Foto:Topmedia)
Sampah Liar Menumpuk di wilayah Jalan Kesawon, Panancangan, Kecamatan Serang, Kota Serang, Banten, Kamis (24/9/2020). (Foto:Topmedia)

Sebagian Masyarakat Kota Serang Masih Buang Sampah Sembarangan, DLH Siapkan Denda

SERANG, TOPmedia - Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang, Ipiyanto menyebut kesadaran masyarakat Kota Serang membuang sampah pada tempatnya rendah, sehingga banyak tumpukan sampah liar di Ibu Kota Provinsi Banten itu.

Pantauan wartawan, salah satu tumpukan sampah liar terlihat di wilayah Jalan Kesawon, Panancangan, Kecamatan Serang, Kota Serang, Banten.

Kepala DLH Kota Serang, Ipiyanto mengatakan bahwa pihaknya menyadari kesadaran masyarakat terhadap sampah rendah, meski demikian, kata dia, pihaknya akan bertanggungjawab dengan mengangkut tumpukan sampah liar tersebut.

"Betul (Kesadaran masyarakat sangat rendah) dan nanti juga tolong di klarifikasi tugas dan fungsi camat dan lurah dalam memberikan pembinaan kepada masyarakat, persoalannya bukan masalah sampah diangkut atau tidak, tapi perilaku masyarakat. Tapi pada prinsipnya kami dari Dinas Lingkungan Hidup bertanggungjawab akan kami lakukan pengangkutan," katanya kepada wartawan di Kota Serang, Kamis (24/9/2020).

Ipiyanto melanjutkan pihaknya bakal memberikan sanksi mulai dari sanksi sosial hingga denda Rp. 50.000 sampai Rp. 100.000 terhadap masyarakat yang membuang sampah sembarangan dan itu, kata dia, akan masuk dalam Peraturan Daerah (Perda).

"Kedepan kami rencanakan akan kenakan sanski, kami akan coba hal itu untuk memberikan salah satu upaya softrapi kepada masyarakat. Pertama akan kami viralkan, kedua akan kami sanksi denda kepada masyarakat. Tapi ini baru wacana kedepan. Denda Rp. 50.000 sampai Rp. 100.000, iya nanti masuk Perda masih kita godog," tegasnya.

Upaya yang dilakukan DLH dalam memberikan kesadaran terhadap masyarakat agar buang sampah pada tempatnya sejauh ini, sambung Ipiyanto, berupa himbauan dan memberikan pemahaman jenis sampah mana yang organik dan non organik.

"Upaya yang akan kami lakukan kemarin sudah saya himbau kepada masyarakat untuk mengingkatkan kepada masyarakat membuang sampah pada tempatnya, kedua masyarakat juga dihimbau agar melakukan penilaian mana jenis sampah organik dan non organik dan kedepan kami akan gencar lagi untuk mensosialisasikan hal itu," ungkapnya.

Dan sebetulnya yang terpenting, dikatakan Ipiyanto, pemahaman kepada masyarakat bahwa sampah memiliki nilai ekonomis.

"Yang paling penting bagi kami memberikan pemahaman kepada masyarkat terkait masalah sampah ini memiliki nilai ekonomis," tandasnya.(Di/Red)

berita terkait

Komentar