Tangkapan telapak tangan warga menadah hujan debu di kelurahan Suralaya
Tangkapan telapak tangan warga menadah hujan debu di kelurahan Suralaya

Sebabkan Hujan Debu di Kota Cilegon, Aktivis Lingkungan Hidup Kecam PT Indonesia Power

CILEGON, TOPmedia – Sejumlah masyarakat yang tergabung dalam forum masyarakat peduli lingkungan (Formapel) mengutuk keras atas insiden hujan debu batubara yang sangat merugikan masyarakat pada Senin (22/2/2021) kemarin.

Diketahui, peristiwa yang terjadi sekitar pukul 10.00 WIB tersebut akibat dari aktivitas pembakaran batubara yang dilakukan oleh perusahaan BUMN pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Suralaya, yang dikeluarkan melalui cerobong asap pembakaran.

Ketua Formapel, Edi Suriana mengatakan hujan debu batubara itu menghasilkan abu yang cukup tebal sehingga mengganggu aktivitas warga dan dikhawatirkan merusak kesehatan serta lingkungan hidup sekitar.

"Akibatnya debu tebal dilantai teras rumah dan jemuran pakaian warga juga terkena dampaknya" Terang Edi kepada wartawan, Selasa (23/2/2021).

Ia juga menambahkan, kondisi pandemi Covid-19 sudah cukup menjadi penderitaan masyarakat karena seluruh aktivitasnya terganggu sehingga kejadian seperti ini terkesan menambah beban masyarakat.

"Hujan debu ini bukan hanya sekali ini. Dan sangat disayangkan kejadian ini karena yang cukup tebal," ungkapnya.

Berita Terkait: Puluhan Rumah Warga di Kota Cilegon Dihujani Debu Batu Bara

Kendati demikian, Formapela meminta kepada pihak yang bersangkutan untuk memberikan penjelasan yang dapat diterima dan solusi yang tepat untuk warga terdampak.

"Kalo tak percaya tiap hari cek dilantai teras rumah warga. Kami tak mau dengar lagi alasan apapun, masalah teknis atau alasan ini itu. Solusinya bagaimana untuk masyarakat terdampak, jangan seperti mengabaikan masyarakat seluruhnya" tegasnya.

Selain itu, pihaknya juga meminta untuk menghentikan proses pembangunan PLTU 9-10 dan menyelesaikan terlebih dahulu masalah-masalah yang ditimbulkan PLTU yang masih berlangsung.

"Ini PLTU sudah tua, banyak dari dulu masalah yang merugikan masyarakat. Tapi kenapa ini mau bangun lagi? Apa mau bunuh masyarakat?" Pungkasnya.(Firasat/Red)

berita terkait

Komentar