Pol PP Kota Cilegon bersama TNI dan Polri saat melakukan razia yustisi. (Foto: TOPmedia)
Pol PP Kota Cilegon bersama TNI dan Polri saat melakukan razia yustisi. (Foto: TOPmedia)

Satpol PP Cilegon Amankan Pasangan Belum Nikah Tinggal Serumah

CILEGON, TOPmedia - Satpol PP Kota Cilegon dibantu TNI dan Polri, kembali melakukan operasi yustisi di sejumlah kos-kosan dan kontrakan di wilayah Kecamatan Cibeber dan Kecamatan Cilegon. Dalam operasi ini, petugas mengamankan pasangan tidak resmi yang kedapatan tinggal serumah di kontrakan di bilangan Perumnas Cibeber, Kota Cilegon.

Keduanya diamankan lantaran tidak mengantongi surat nikah baik secara agama maupun negara. Saat diperiksa identitasnya oleh petugas, keduanya yakni RN dan NS tidak bisa menunjukan surat nikah, bahkan kartu identitas keduanya berbeda wilayah. RN yang mengaku istri NS warga Cilegon diketahui berdomisili di Lampung.

Saat ditanya petugas, pasangan tidak sah ini mengaku telah menikah, namun sayangnya keduanya tidak mampu menunjukan surat bukti pernikahannya. RN mengaku tengah memproses cerai dengan suami pertamanya. "Saya lagi proses cerai pak," terangnya kepada petugas, Selasa (22/11/2016).

Sementara diakui Kepala Seksi Perundang-Undangan Dinas PP Kota Cilegon, pihaknya terpaksa mengamankan agar warga pendatang yang belum memiliki kartu identitas dan domisili dari kecamatan setempat bisa segera mengurusnya.

"Iya kita razia ini karena masih banyak warga penduduk Kota Cilegon khususnya warga pendatang penghuni kosan belum memiliki kartu identitas maupun keterangan domisili, padahal itu penting. Tadi kita juga amankan pasangan tidak sah, kita giring ke kecamatan agar dilakukan pembinaan. Karena saat kita tanya tidak ada surat nikah, KTP nya pun beda wilayah," jelasnya.

Dari hasil operasi yustisi ini, puluhan warga pendatang terpaksa diamankan dan dibawa ke masing-masing kantor kecamatan guna diberikan pengarahan pentingnya memiliki kartu identitas dan keterangan domisili di lingkungan tempat tinggal.

"KTP dan keterangan domisili itu penting. Karna Perwal menyebutkan, silahkan pendatang bekerja di kota ini tapi wajib memiliki kartu identitas dan mengurus keterangan domisili," tutupnya. (SH/Red)

berita terkait

Komentar