Ilustrasi Bank Banten.*
Ilustrasi Bank Banten.*

Saham BPD Banten Meroket, Ada di Level Tertinggi Tiga Hari Berturut-Turut

JAKARTA, TOPmedia - Imbal hasil saham PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk. (BEKS) yang sebelumnya bernama PT Bank Pundi Indonesia Tbk. melesat hingga 437,24% selama setahun terakhir dan 528,47% sejak awal tahun.

Manajemen Bank Pundi menggelar penawaran umum terbatas IV (PUT) dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) alias rights issue. BEKS menerbitkan Rp35,4 miliar lembar saham baru dengan nominal Rp18 per lembar dan eksekusi Rp18,35 per saham.

Recapital Securities membuat perjanjian dengan PT Banten Global Development milik Provinsi Banten. Recapital tidak akan menyerap rights issue BEKS dan mengalihkan haknya kepada BGD dan PT MNC Kapital Indonesia Tbk. (BCAP).

Bila seluruh HMETD yang ditawarkan tidak dilaksanakan seluruhnya oleh pemegang saham, dan masuknya BGD dan BCAP sebagai pemegang saham baru, serta Green Resources International Limited (GRIL) dan RCS sebagai pembeli siaga, maka terjadi perubahan struktur saham seri B perseroan.

Recapital Securities menggenggam 8,78%, Green Resources (16,27%), MNC Kapital Indonesia (12,55%), dan Banten Global Development (37,64%). BEKS mengantongi dana hasil rights issue mencapai Rp649,89 miliar.

Dana hasil rights issue akan digunakan untuk ekspansi kredit sebesar 80%. Sisanya sebesar 20% digunakan untuk pembayaran utang BEKS kepada PT Green Resources International Limited (GRIL) melalui konversi hak tagih dengan kewajiban GRIL sebagai pembeli siaga rights issue maksimum Rp129,63 miliar.

Setelah mengumumkan rights issue, manajemen Bank Pundi kemudian meresmikan perubahan nama setelah masuknya BGD sebagai pemegang saham pengendali. PT Bank Pundi Indonesia Tbk. berganti merek menjadi PT Bank Pembangunan Daerah Baten Tbk.

Keberadan BPD Banten, menambah jumlah bank milik Pemda yang melantai di pasar modal. Sebelumnya, PT BPD Jawa Barat & Banten Tbk. (BJBR), dan PT BPD Jawa Timur Tbk. (BJTM).

Bila dibandingkan, price to earning ratio (PE) masing-masing BPD Banten tidak disebutkan oleh Bloomberg, BPD Jabar & Banten 9,43 kali, BPD Jatim 10,36 kali. Kapitalisasi pasar BEKS Rp4,93 triliun, BJBR Rp15,61 triliun, dan BJTM Rp9,55 triliun.

Pada perdagangan Rabu (10/8/2016), saham BEKS kembali menjadi top gainers dengan lonjakan 34,44% ke level Rp121 per lembar saham. Bahkan, saham BEKS menjadi top gainers dalam tiga hari berturut-turut.

Dikutip dari bisnis.com, Dalam lima hari terakhir, saham BEKS melesat 218,42% dari Rp38 per lembar. Kemarin, saham BEKS kembali meroket 34,44% sebesar 31 poin ke level Rp121 per lembar.

Bahkan, pada penutupan perdagangan hari tersebut menjadi level tertinggi saham BEKS selama 52 pekan terakhir. Selama sehari, saham BEKS ditransaksikan sebanyak 547 juta lembar.

Imbal hasil saham BEKS pun melesat hingga 437,24% selama setahun terakhir dan 528,47% sejak awal tahun. Kapitalisasi pasar saham BEKS hingga terakhir perdagangan mencapai Rp4,9 triliun.

Saham BEKS juga terkena auto rejection akibat perubahan harga yang melebihi batas persentase pergerakan harian. Auto rejection pada saham BEKS terjadi dalam tiga hari berturut-turut.

Irvan Susandy, Kepala Pengawasan Transaksi PT Bursa Efek Indonesia, menuturkan telah terjadi peningkatan harga saham BEKS yang di luar kebiasaan (unusual market aktivity/UMA).

"Sehubungan dengan terjadinya UMA atas saham BEKS tersebut, perlu kami sampaikan bahwa Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini," katanya.

Bila ditelusuri lebih lanjut, sejak penutupan perdagangan Rabu (3/8), PT Daewoo Securities Indonesia tercatat menjadi broker paling banyak bertransaksi di saham BEKS. Daewoo melakukan transaksi hingga Rp87,28 miliar. (Mg-1/red)

berita terkait

Komentar