Taman Simpang, salah satu ruang terbuka hijau di Kota Cilegon.*
Taman Simpang, salah satu ruang terbuka hijau di Kota Cilegon.*

Rogoh Dana Rp 4 Miliar, Pemkot Cilegon Akan Bangun 2 RTH

CILEGON, TOPmedia - Sempat mengalami kegagalan saat lelang, pembangunan ruang terbuka hijau (RTH) di Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon, mulai dilaksanakan kembali oleh Pemkot Cilegon. Dengan anggaran senilai Rp 4 miliar, Pemkot Cilegon akan membangun dua RTH sekaligus.

"Untuk ruang terbuka hijau memang di RPJMD, kita menargetkan ada di setiap kecamatan di Kota Cilegon, hanya saja saat ini baru ada di dua kecamatan yakni Jombang dan Cilegon. Sementara untuk di Ciwandan lahannya memang sudah ada hasil rislah dengan salah satu perusahaan, dan untuk pembangunannya kita juga memanfaatkan CSR dari perusahaan lain sekitar Ciwandan," ujar Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Cilegon, Ahmad Aziz Setia Ade, Jumat (12/7/2019).

Ia mengatakan, untuk anggaran 2019 ini pihaknya akan membangun RTH di Kecamatan Purwakarta dan Cibeber dan untuk di Kecamatan Purwakarta proses lelangnya sudah selesai tinggal pelaksanaanya saja. Sementara di Kecamatan Cibeber baru tahap design, setelah itu baru lelang dan kemudian pelaksanaan.

"Baik di Purwakarta maupun Cibeber kami targetkan selesai tahun ini, namun karena keterbatasan anggaran dilakukan secara bertahap. 2019 pembangunan baru sekitar 50 persen, 50 persennya lagi di 2020, karena anggarannya senilai Rp 4,5 miliar untuk masing-masing RT H tersebut, namun saat ini anggarannya baik di Cibeber dan Purwakarta," ujar Aziz.

Untuk Ciwandan, lanjut Aziz, pihaknya akan berkomunikasi dengan berbagai perusahaan yang ada di Ciwandan, khususnya yang akan menyumbangkan CSR nya. Sementara untuk Kecamatan Grogol dan Pulomerak, pihaknya mengakui masih kesulitan dalam mencari lahan. Oleh karena itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak kecamatan agar mencarikan solusi untuk penyedian lahan RTH ini.

"Selain untuk memenuhi target RTH di RPJM. Pembangunan RTH ini juga untuk memenuhi kebutuhan salah satu syarat yang tertuang di dalam Undang-undang di tata ruang yang mana harus mememiliki RTH untuk skala kota sekitar 20 hingga 30 persen dari luas wilayah yang ada," katanya menambahkan. (Ik/Red)

berita terkait

Komentar