Pasar Margaluyu, Kecamatan Kasemen, Kota Serang.
Pasar Margaluyu, Kecamatan Kasemen, Kota Serang.

Rencana Relokasi Pasar Karangantu ke Margaluyu Ditentang Pedagang

SERANG, TOPmedia - Pemerintah Kota (Pemkot) Serang, melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindakop), akan merelokasi pedagang pasar Karangantu ke pasar baru di Margaluyu, Kecamatan Kasemen, Kota Serang. Namun, relokasi tersebut mendapatkan penolakan dari paguyuban  pedagang Pasar Karangantu.

Heri, salah satu pedagang dan anggota paguyuban pedagang Karangantu mengatakan, bahwa apa yang dilakukan Pemkot Serang untuk merelokasi Pasar Karangantu ke Pasar baru di Margaluyu dinilai terlalu cepat. Sedangkan, para pedagang sebelumnya tidak mengetahui informasi, jika bulan Februari pasar Karangantu harus sudah dikosongkan oleh para pedagang.

“Kita dari seluruh pedagang pasar Karangantu, menolak keras adanya pengosongan pasar. Kita tidak mau direlokasi, karna pasar yang ditunjuk Disperindagkop jauh dari pusat ekonomi. Lantaran Pasar baru itu terletak di areal pesawahan dan jauh dari mana-mana,” ujarnya, saat ditemui di Pasar Karangantu, Selasa (21/1/2020).

Lanjut Heri, dirinya bersama pedagang lainnya merasa kecewa lantaran sebelumnya Disperindagkop Kota Serang tidak pernah melakukan sosialisasi dan mengajak musyawarah pedagang terkait relokasi Pasar Karangantu.

“Sosialisasi itu sudah terjadinya, terbangunnya, setelah adanya pasar baru (Pasar Margaluyu, red). Intinya kita menolak relokasi itu. Nanti kita turun ke jalan untuk meneriakan aspirasi, rencananya seluruh pedagang dan element masyarakat mau ngoncog walikota. Nanti kita akan demo ke kantor walikota dalam waktu dekat ini,” ancamnya.  

Menanggapi hal tersebut, Kepala Disperindakop Kota Serang, Yoyo Wicahyono mengatakan, dirinya tidak mengetahui perihal adanya penolakan oleh paguyuban pedagang  di Pasar Karangantu. Lantaran menurutnya, paguyuban pedagang tersebut sebelumya tidak pernah melaporkan atau mendaftarkan kepada Disperindagkop Kota Serang.

“Iya kalo paguyubannya ada, ya lapor saat daftar pengurusnya mana ke kita (Disperindagkop, red), atau kalau jauh ke Serang kan ada mantri pasar disana, ada petugas salar, tidak ada kesulitan kalo mau ada kemauan. Jangan saya anu-saya anu, tapi ga pernah lapor, bagaimana kita tau coba,” katanya, saat dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (21/1/2020).

Dijelaskan Yoyo, relokasi pasar Karangantu yang akan dijadikan Ruang Terbuka Hijau (RTH) merupakan penataan keseluruhan di kawasan Kesultanan Banten. Jadi menurutnya, jangan sampai Masjid Agung Banten yang sudah bagus, rapi tetapi kawasan di sekitarnya kumuh dan jika dilihat dari aspek-aspek keindahan, ketertiban, Pasar Karangantu tersebut tidak layak.

“Masa pasar deket rel. Coba kalau pagi-pagi itu kan bahaya itu di rel kereta itu macet segala macem. Di pertigaan juga sama macet, pokoknya sudah tidak layak aja di situ mah macet. Kita Ini mau tata, jadi kalau ada penolakan, penolakan nya ya karena apa. Mau bersih, mau membangun Banten, apa memang mau jadi penghambat,” ujarnya.

Dikatakan Yoyo, untuk menindaklanjuti pemindahan itu, pihaknya saat ini menunggu langkah konkrit dari pihak Balai Besar Sungai Ciujung, Cisadane, dan Ciliwung (BBWSC3) dan Dinas Perkim. Karena, pemegang proyek tersebut adalah pihak balai. “Kita akan melakukan pemindahan jika proyek itu sudah berjalan,” ujarnya.

Menurutnya, langkah itu diambil oleh pihaknya sebagai antisipasi agar tidak terjadinya pembangunan lapak oleh para pedagang saat dilakukan relokasi.

“Kita akan melakukan pemidahan jika proyek itu sudah berjalan, jangan sampai nanti pasar dipindahkan nanti di lokasi itu didirikan lagi oleh para pedagang,” katanya.

Diakhir pembicaraan, dirinya mengatakan, jika pada tanggal 24 Januari ini Disperindagkop akan melakukan pengundian kios. Hal itu dilakukan karena dirasa bisa adil terhadap semua pedagang.

"Orang itu kalo nempatin kan pengen disana, pengen disini. Jadi cara menurut kami cara yang paling elegan, fair itu ya diundi. Tapi barangkali paguyuban pedagang mau bermusyawarah, mufakat mau membagi sendiri, ya mangga," pungkasnya. (TM1/Red)

berita terkait

Komentar