Satpol PP Kota Serang saat membongkar lapak PKL di Stadion Maulana Yusuf, Ciceri, Kota Serang.*
Satpol PP Kota Serang saat membongkar lapak PKL di Stadion Maulana Yusuf, Ciceri, Kota Serang.*

Relokasi PKL Stadion Dinilai Hanya Penuhi 100 Hari Kerja Walikota & Sengsarakan Masyarakat

SERANG, TOPmedia - Penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) yang dilakukan Pemkot Serang jangan hanya dijadikan ambisi program 100 hari kerja Walikota dan Wakil Walikota Serang yang baru.

Demikian dikatakan Wakil ketua Ikatan Arsitektur Indonesia (IAI) Banten, Junita Bahari Nonci kepada wartawan di Kota Serang, Kamis (7/2/2019).

"Sebelum mereka direlokasi, ada penempatan dulu jangan sampai hanya ingin memenuhi program 100 hari walikota, tapi masyarakat menjadi korban," kata Nita, sapaan akrabnya.

Relokasi PKL, kata Nita, jangan sampai mengatasi masalah menjadi masalah yang baru. Perencanaan itu perlu dilakukan kajian terlebih dahulu.

Baca juga: Soal Relokasi PKL, Pemkot Serang Dinilai Terburu-buru & Abaikan Unsur Yuridis

"Banyak yang harus dipirikirkan, bukan hanya memindahkan tempat ini ke tempat  yang lain. Pemkot jangan mengatasi masalah dengan masalah yang baru, relokasi hanya salah satu cara dari penataan PKL," ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Pedagang Kaki Lima (PKL) Stadion Maulana Yusuf Budi mengatakan, dampak dari penertiban PKL beberapa waktu lalu hingga saat ini masih dirasakan para PKL. Ratusan warga hari ini kehilangan mata pencaharian.

Dia menilai, relokasi yang dilakukan oleh Pemkot Serang ini telah menyengsarakan masyarakat. Parahnya, relokasi ini dilakukan tanpa kesiapan yang matang, pasalnya, tempat yang disediakan belum dapat ditempati.

"Kita sangat menyayangkan yang katanya relokasi, tetapi tempat relokasinya blum jadi. Saat ini kita tidak bisa berjualan," kata Budi.

Baca juga: Relokasi PKL Stadion Ciceri, Pemkot Serang Diduga Langgar Perda

Padahal, lanjut Budi dalam Perda Kota Serang nomor 4 tahun 2014 tentang penataan PKL, seharusnya relokasi dilakukan pada saat kesiapan Pemkot sudah matang. Mereka mengaku kecewa kepada Pemkot Serang.

"Harusnya dikaji secara matang, apalagi ini bicara soal perut kan kasian PKL yang sampai sekarang ini masih blum kembali berdagang, dia juga harus menafkahi keluarganya," imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, ratusan PKL mengadu ke DPRD Kota Serang terkait relokasi PKL yang diduga maladministrasi, karena dinilai tidak sejalan dengan perda Kota Serang Nomor 4 tahun 2014 yang terkandung pada BAB III Pasal 4. (Kie/Red)

berita terkait

Komentar