Sejumlah Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima (PKL) Ketika masih berjualan di Stadion Maulana Yusuf Ciceri. (Foto:Topmedia)
Sejumlah Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima (PKL) Ketika masih berjualan di Stadion Maulana Yusuf Ciceri. (Foto:Topmedia)

Relokasi PKL Stadion Ciceri, Pemkot Serang Diduga Langgar Perda

SERANG, TOPmedia – Koordinator PKL Stadion Maulana Yusuf Kota Serang Budi menduga Pemkot Serang telah melakukan maladministrasi karena dalam mengambil kebijakan relokasi tidak  sejalan dengan Perda Nomor 4 tahun 2014 tentang Penataan dan Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima (PKL).

"Pada Bab III menyebutkan Penataan dan Pemberdayaan PKL terutama pasa pasal 4 banyak yang diabaikan," katanya kepada awak media melalui keterangan tertulisnya Jumat (1/2).

Untuk itu, pihaknya meminta dan mendesak agar DPRD menggunakan hak Interpelasinya untuk memintai keterangan atas relokasi dan ketidaksiapan pasar kepandean.

"Kami juga akan memintai pandangan kepada Ombudsman RI perwakilan Banten atas dugaan maladministrasi ini," tuturnya.

Sampai detik ini, dikatakan Budi para PKL Stadion belum menerima kejelasan dari Pemkot Serang yang semula akan direlokasi ke pasar kepandean.

"Kami menyayangkan tersiar kabar ada oknum yang memanfaatkan pasar kepandian untuk menghubungi nya agar bisa berdagang di sana. Lantas bagaimana nasib PKL yang katanya mau direlokasi ke sana," katanya.

Dirinya juga akan menunggu janji Ketua DPRD sampai janjinya ditepati yang sebelumnya menyampaikan akan memanggil OPD terkait.

Sebelumnya diberitakan DPRD Kota Serang menyayangkan adanya praktik pungutan liar (Pungli) yang dilakukan beberapa oknum kepada para pedagang kaki lima (PKL) eks Stadion Ciceri yang hendak menempati tempat relokasi Kepandean.

Hal tersebut terungkap saat puluhan pedagang eks Stadion Maulana Yusuf Ciceri melakukan audiensi dengan DPRD Kota Serang di Kantor DPRD Kota Serang, Kamis (31/1) kemarin.

"Hari ini PKL eks stadion menyampaikan bahwa penertiban yang sudah dilakukan Pemkot Serang tanpa solusi tanpa ada jalan keluar," kata ketua DPRD Kota Serang Namin kepada awak media.

Dikatakan Namin, pada saat audiensi, DPRD mendengar para pedagang yang akan direlokasi di kepandean harus keluar biaya terlebih dahulu dan dibayarkan ke oknum tertentu. (Kie/Red)

berita terkait

Komentar