DIRRESKRIMSUS Polda Banten, Nunung Syaifuddin saat confrensi pers, di Mapolda Banten, Rabu(26/8/2020). (Foto:Topmedia)
DIRRESKRIMSUS Polda Banten, Nunung Syaifuddin saat confrensi pers, di Mapolda Banten, Rabu(26/8/2020). (Foto:Topmedia)

Rayuan Maut Pria Asal Lampung Bikin Klepek-Klepek, Gadis Belia Rela Kirim Foto Bugil

SERANG, TOPmedia - Gombalan atau rayuan maut pria asal Lampung sukses bikin gadis belia terbawa perasaan alias baper. Bahkan si gadis pun rela mengirimkan foto-foto telanjang hingga vidio masturbasi melalui Whatsaap (WA).

Menurut keterangan dari Kepolisian Daerah (Polda) Banten, kejadian bermula pada Juni 2020, melalui Sosial Media (Sosmed) Facebook. Tersangka berinisial RK (22) pria asal Lampung meminta pertemanan Facebook kepada korban berinisial JL.

Dikatakan DIRRESKRIMSUS Polda Banten, Nunung Syaifuddin, mereka berdua pun berkomunikasi melalui Messenger Facebook hingga bulan Juli 2020. Disaat itu, sambungnya, RK meminta nomor telephone WA kepada JL, dengan alasan untuk komunikasi.

"Alhasil, nomor pun di kirim. Mereka pun menjalin komunikasi," ungkap Nunung kepada awak media, saat confrensi pers, di Mapolda Banten, Rabu(26/8/2020).

Selang satu bulan, Nunung menjelaskan, RK pun merayu sekaligus menggombal kepada JL, untuk mendapatkan foto-foto bugil maupun vidio masturbasi.

Di tanggal 13 Agustus 2020, masih kata Nunung, JL akhirnya terkena rayuan maut RK, dengan mengirim foto-foto bugil beserta vidio masturbasi.

"Foto-foto bugil dan vidio masturbasi itupun di sher oleh RK di akun Facebook miliknya, dengan tersebar hingga ke lingkungan sekolah JL," jelas Nunung.

Lanjut Nunung, JL gadis belia yang duduk di bangku SMP itupun melaporkan perbuatan RK kepada Mapolda, dengan nomor LP/25/VII/RES.2.5/2020/BANTEN/SPKT 1 Tanggal 14 Agustus 2020.

Berdasarkan laporan tersebut, Nunung mengaku, langsung bergerak dan meringkus RK pada 19 Agustus 2020 di kediamannya, di Sinar Banten Sidosari, Desa Sidosari, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung.

"RK terkena undang-undang ITE, dan pelanggaran perlindungan anak," tegas Nunung seraya mengakhiri confrensi pers, di Mapolda Banten.

Di ketahui, motif RK melakukan itupun berdasarkan kepuasaan pribadi, hanyalah untuk onani.

Atas perbuatannya, RK di jerat pasal 37 UU RI no 44 tahun 2008 tentang pornografi, pasal 76 l UU RI no 23 tahun 2020 tentang perlindungan anak, pasal 46 ayat(1) Jo 27 ayat(1) UU RI nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi eletronik. Dengan Ancaman hukuman maksimal 16 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar. (Feby/Red).

berita terkait

Komentar