Gubernur Banten Rano Karno dan Bupati Pandeglang Irna Narulita saat di arak menggunakan Sisingaan nelayan Kabupaten Pandeglang. (Foto: Humas)
Gubernur Banten Rano Karno dan Bupati Pandeglang Irna Narulita saat di arak menggunakan Sisingaan nelayan Kabupaten Pandeglang. (Foto: Humas)

Ratusan Warga Labuan Meriahkan Tasyakuran Laut

PANDEGLANG, TOPmedia - Sebuah desa pesisir pantai bernama Teluk yang berjarak sejauh dua jam perjalanan dari Kota Serang sebagai Ibu Kota Provinsi Banten, mengadakan Festival Nadran atau Tasyakuran terhadap laut.

Meski belum ada catatan resmi, tasyakuran terhadap laut yang dilaksanakan setiap tahun ini sudah belaku sejak puluhan bahkan ratusan tahun lalu yang dilakukan oleh para nelayan di pesisir Banten Selatan.

Desa tersebut bernama Desa Teluk yang masuk ke dalam Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Banten. Mereka 'Perpesta Pantai' dengan memainkan permainan tradisional, seperti lomba panco, lomba egrang, hingga bermain ilmu kekebalan tubuh asal Banten yakni debus.

"Selain bersilaturahmi antar nelayan. Nadran tujuannya juga untuk menjaga dan melestarikan budaya nelayan yang ada," kata Tatang, Ketua Panitia Nadran, saat ditemui usai acara tersebut, Kamis (01/09/2016).

Rano Karno selaku Gubernur Banten dan Irna Narulita sebagai Bupati Pandeglang di arak menggunakan Sisingaan nelayan Kabupaten Pandeglang biasa menyebutnya dengan 'Joli'.

"Ini tradisi masyarakat pesisir yang udah berlangsung lama. Ini juga bisa dijadikan destinasi wisata bahari di Kabupaten Pandeglang, selain KEK Tanjung Lesung," kata Irna Narulita, Bupati Pandeglang, ditempat yang sama, Kamis (01/09/2016).

Nadran sendiri memiliki makna mensyukuri segala nikmat dan berkah yang telah diberikan laut kepada nelayan sembari berdo'a agar para nelayan diberi keselamatan selama berada dilautan.

"Mari kita bersyukur dan rayakan Nadran dengan hikmat, semoga kita dihindarkan dari mara bahaya. Ini kekuatan budaya, ini sebetulnya di setiap wilayah membuat ini, bisa menjadi kalender yang menarik, tapi harus dilakukan secara bersamaan (serentak)," kata Rano Karno, ditempat yang sama, Kamis (01/09/2016). (YDtama/red)

berita terkait

Komentar