Ratusan Mahasiswa dari Berbagai Kampus saat berunjuk rasa kecam komersialisasi biaya pendidikan. (foto:TOPmedia)
Ratusan Mahasiswa dari Berbagai Kampus saat berunjuk rasa kecam komersialisasi biaya pendidikan. (foto:TOPmedia)

Ratusan Mahasiswa Kecam Komersialisasi Biaya Pendidikan

SERANG, TOPmedia - Dalam rangka memperingati hari Pendidikan Nasional, 2 Mei 2017. Ratusan mahasiswa Banten yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Banten (AMB), yang melakukan aksi long march pawai juang, guna mengungkap aspirasi kepada masyarakat dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa hingga depan kantor Bupati Kabupaten Serang, Alun-alun Barat, Kota Serang.
 
Humas aksi, Diego Armando menyampaikan, bahwa kegiatan aksi tersebut dilakukan guna menuntut kepada pemerintah agar dapat mewujudkan pendidikan yang sebagai mestinya diberlakukan, bukan sebagai hal kepentingan dari berbagai pihak.
 
"Aksi ini kita tunjukkan kepada pemerintah, sekaligus menuntut agar pendidikan di negeri ini menjadi hal yang sebagai mestinya diberlakukan dengan baik. Bukan untuk kepentingan diri sendiri, yang menimbulkan banyak pungutan komersial di bidang pendidikan," ungkap Diego, saat ditemui di sela-sela aksi yang sedang berlansung, Selasa (2/5/2017).
 
Dalam aksi tersebut, mahasiswa juga menuntut agar pendidikan di negeri ini harus secepatnya menghentikan dengan adanya liberalisasi komersial dan mewujudkan demokrasi dalam pendidikan.
 
"Kami juga menuntut terkait adanya liberalisasi komersial di bidang pendidikan, agar pemerintah dapat mewujudkan pendidikan gratis, ilmiah dan demokratis. Kemudian, merealisasikan APBD dan APBN 20% persen untuk pendidikan, juga mengoptimalkan akses dan sarana prasarana pendidikan di Banten, mencabut regulasi yang merampas hak rakyat dalam pendidikan, menjamin kesejahteraan guru honorer dan tenaga pendidikan, serta menggantikan pemerintah anti rakyat dan anti demokrasi dengan pemerintah yang progresif kerakyatan," paparnya.
 
Selain berorasi dari beberapa mahasiswa secara bergantian, dalam aksi tersebut juga diisi dengan teatrikal, puisi, hingga pembakaran ban, yang diikuti oleh ratusan mahasiswa dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Universitas Banten Jaya (Unbaja), dan Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin (UIN SMH) Banten. (Be/Red)

berita terkait

Komentar