Gubernur Banten, Rano Karno. (Foto: Net)
Gubernur Banten, Rano Karno. (Foto: Net)

Rano Ingin Banten punya Islamic Center di Kota Serang

SERANG,TOPmedia - Gubernur Banten, Rano Karno mengatakan, Pemprov Banten ingin memiliki Islamic Center yang luas dan megah seperti yang dimiliki Pemprov Nusa Tenggara Barat, Islamic Center di Mataram.

"Kita  punya lahan yang tadinya dipakai sitandu (kawasan pertanian terpadu) sekitar 20 hektare. Itu di tengah kota, tidak mungkin jadi kawasan pertanian, maka fungsinya harus diubah. Mungkin kebutuhannya Islamic Center itu totalnya bisa lima hektare untuk bangunan dan lahan parkir," kata Rano Karno.

Ia mengatakan, pembangunan Islamic Center Provinsi Banten tersebut sangat dibutuhkan dalam upaya pengembangan keagamaan dan sebagai penguatan religiusitas masyarakat Banten. Penguatan relijiusitas bukan berarti harus tertutup, melainkan masyarakat harus semakin terbuka.

"Banten sangat perlu memiliki Islamic Center, karena ini ruhnya ke religi sangat kuat. Cuman kuat itu bukan berarti kita harus menutup diri. Kuat ini harus memberikan masukan dan mendengarkan saran," katanya.

Pemerintah Provinsi Banten kata Rano akan menyiapkan lahan sekitar lima hektare untuk Islamic Center yang ditargetkan mulai dibangun pada 2017 di Kota Serang.

Ia mengatakan, pembangunan Islamic Center Banten jangan hanya mengandalkan kekuatan anggaran pemerintah, melainkan bisa juga melibatkan pihak lain peduli pada pengembangan keagamaan di Banten.

Selain soal Islamic Center, Pemprov Banten juga siap menjadi bagian dari rencana pemerintah yang akan membangun Universitas Islam Internasional Indonesia melalui perpres yang sudah dikeluarkan Presiden Joko Widodo.

"Informasi yang saya dapatkan, kampus itu akan dibangun di Depok. Memang awalnya kalau bisa dibangun di Banten, karena kita juga punya tokoh Islam yang sudah terkenal di dunia yakni Syekh Nawawi Al-Bantani," kata Rano.

Namun demikian, jika rencana tersebut sudah diputuskan di daerah lain yakni di Depok, Pemprov Banten terutama di Kota Serang siap menjadi bagian dari pengembangan Universitas Islam Internasional.(antara/red)

berita terkait

Komentar