Aip Rohadi.
Aip Rohadi.

Pustakawan Asal Banten Masuk Babak Final di Ajang Indonesian Academic Librarian Award

SERANG, TOPmedia - Pustakawan perpustakaan perguruan tinggi yang memiliki kompetensi standar dan professional merupakan asset sumber daya manusia bagi perguruan tinggi. Bahkan, perpustakaan perguruan tinggi saat ini mempunyai stake Holder  yang sebagian besar diantaranya berstatus mahasiswa termasuk dalam generasi milenial.

Berdasarkan karakteristiknya generasi milenial, maka itu perlu role model pustakawan handal. Alhasil, kriteria dibutuhkan masuk dalam ajang pemilihan pustakawan berprestasi bertajuk Indonesia Academic Librarian Award (IALA) pada setiap tahunnya.

Kali ini  di 2019, IALA yang dilaksanakan oleh Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia (FPPTI), di Unila pada 1 Oktober 2019. Pustakawan Universitas Bina Bangsa (Uniba) Aip Rohadi sebagai wakil dari Banten, ikut serta sebagai finalis.

Dengan penuh semangat dan percaya diri, Aip Rohadi siap besaing dengan lima pustakawan dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Yakni, Pustakawan Universitas Muhammadiyah Magelang mewakili Jawa Tengah, Atin Istiarini, Pustakawan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta perwakilan Daerah Istimewa Yogyakarta, Eko Kurniawan, Pustakawan Universitas Negeri Lampung (Unila) dari Lampung, Endah Kurniasari, dan terakhir Pustakawan Jawa Timur, Deasy Kumalasari.

Lima finalis ini akan bersaing menjadi yang terbaik pada babak final. Mereka akan diuji dengan memaparkan karya ilmiah unggulannya.

Aip yang kini menjabat sebagai Kepala Perpustakaan Uniba, berhasil lolos masuk sebagai finalis setelah bersaing dengan 35 pustakawan dari berbagai FPPTI yang ada di Banten. “Ini bukan saja kebanggaan, tapi juga pembuktian bahwa Banten dan Uniba bisa bersaing di ajang Nasional,” kata Aip melalui sambungan telepon, Sabtu (21/9/2019).

Menurutnya, seleksi dimulai dari pengurus FPPTI Banten. “Untuk Banten ada 35 peserta, selanjutnya dari tiap provinsi diwakili satu orang untuk tingkat Nasional,” ujarnya.

Lanjut Aip, seleksi dimulai dari beberapa prestasi karya ilmiah unggulan. Selain itu, dikatakan dia, pengabdian masyarakat menjadi syarat dikirimnya ke pusat. “Setelah lima besar ini, saya hanya iktiar sebaik mungkin untuk membawa nama baik kampus dan juga provinsi Banten. Doa dan support teman-teman, serta Rektor Uniba Pak Furtasan Ali Yusuf, tentu sangat berarti di final nanti,” ucapnya.

Sementara itu, Pustakawan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Banten, Iman Sukwana menilai, Aip sebagai pustakwan muda yang memiliki basis keilmuan yang kuat, baik teoritis dan praktis. “Dia secara perlahan namun pasti mengembangkan keilmuannya di bidang pengelolaan perpustakaan secara internal dan ekternal  sehingga menjelma menjadi pribadi yang ulet dan mau menerima kritik,” katanya.

Dengan kemampuan yang dimiliki, ucap Iman, Aip merupakan contoh pustakawan muda potensial. “Saya kira Aip representasi pustawakan yang humoris, menghargai orang lain dengan kapasitas yang mumpuni,” tandasnya. (TM3/Red)

berita terkait

Komentar