Madrasah Al-Khariah di Kampung Kedung, Desa Bugel, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang, dibangun dengan swadaya masyarakat. (Foto: TOPmedia)
Madrasah Al-Khariah di Kampung Kedung, Desa Bugel, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang, dibangun dengan swadaya masyarakat. (Foto: TOPmedia)

Puluhan Tahun Pakai Madrasah Berlapis Bambu, Warga Bugel Kabupaten Serang Pertanyakan Dana Desa

SERANG, TOPmedia - Masyarakat di Kampung Kedung, Desa Bugel, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang, mempertanyakan program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang, terkait anggaran dana desa maupun insentif guru RA Madrasah Diniyah.

Hal itu dikarenakan, bangunan gedung Madrasah Al-Khariah yang berada di Kampung Kedung, Desa Bugel, sangatlah memprihatinkan selama puluhan tahun.

Tak hanya itu, insentif guru RA Madrasah yang dijanjikan akan keluar setiap bulan sebesar Rp 250 ribu hanyalah isapan jempol belaka. Pasalnya, guru RA Madrasah di Kampung Kedung tetap hanya menerima Rp 1,2 Juta pada setiap tahunnya.

"Mana, katanya program anggaran Desa dikhususkan untuk pembangunan Madrasah. Bahkan insentif guru RA Madrasah yang telah disiapkan sebesar Rp 14 Miliar pada setiap tahun tak kunjung turun," ungkap Tokoh Masyarakat di Desa Bugel, Mujib saat ditemui di lokasi, Sabtu (25/1/2020).

Mujib mengakui, dirinya bersama warga Kampung Kedung tidaklah menginginkan uang yang diberikan. Tetapi, kata dia, hanya membutuhkan bahan-bahan material, maupun sarana prasarana untuk membangun Madrasah Al-khariah.

Dikarenakan, masih kata Mujib, Madrasah Al-khariah dari tahun 1950 hanya belajar mengajar di sebuah mushola. Kemudian pada tahun 2015, Madrasah memiliki bangunan belapiskan bambu. "Itupun berdasarkan swadaya masyarakat, dengan iuran se-ikhlasanya," kata Mujib.

Tak sampai disitu, Mujib juga menerangkan, di tahun 2018 bangunan Madrasah Al-khariah berlapis bambu roboh tebawa angin. Alhasil, masyarakat kembali iuran dengan se-ikhlasanya, dan mencoba kembali membangun Madrasah tersebut.

Namun, kata Mujib, berjalannya waktu pembangunan Madrasah Al-khariah, anggaran terbatas. Terpaksa hanya membangun pondasi, dan didiamkan selama satu tahun.

"Setelah itu, kami pun kembali mencoba di awal tahun 2020 untuk meminta iuran dari 500 KK di Kampung Kedung. Alhamdulillah terkumpul Rp 15 Juta, dan bisa menambahkan pondasi menjadi lebih tinggi. Namun kini, kami kebingungan. Karena anggaran telah habis. Kami hanya ingin, Kepala Desa maupun Pemkab Serang menepati janji program kepada masyarakat," jelasnya.

Sementara itu, Guru Madrasah Al-khariah, Jamari menambahkan, dirinya hanya ingin memiliki sebuah bangunan gedung Madrasah, untuk proses belajar mengajar anak di Kampung Kedung.

Pasalnya, dijelaskan Jamari, terdapat 50 murid Madrasah Al-Khariah semangat belajar akidah. Tetapi, tidak ada yang memberikan support.

"Kami bingung mau minta tolong kepada siapa lagi. Kalau bukan Pemerintah setempat. Baik Kepala Desa maupun Pemkab Serang," tutupnya seraya mengakhiri perbincangan. (Feby/Red)

berita terkait

Komentar