Puluhan siswa SD saat melakukan unjukrasa lantaran tempat tinggalnya digusur. (Foto: TOPmedia)
Puluhan siswa SD saat melakukan unjukrasa lantaran tempat tinggalnya digusur. (Foto: TOPmedia)

Puluhan Pelajar SD "Diajak" Demo, Tolak Pembongkaran Lahan PJKA

CILEGON, TOPmedia - Puluhan siswa SD (Sekolah Dasar) dilingkungan Kramatraya kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol Kota Cilegon, dilibatkan berunjukrasa untuk menolak pembongkaran rumah bangunan liar yang menjadi tempat tinggalnya.

Dalam aksinya para pelajar yang masih menggunakan seragam SD memegangi poster bertuliskan permohonan kepada Wali Kota Cilegon, Iman Ariadi agar menghentikan proses pembongkaran yang dilakukan pemerintah kota.

Selain puluhan siswa SD, puluhan ibu-ibu penghuni rumah yang telah ditetapkan sebagai bangunan liar itu juga histeris saat menghadapi para petugas yang akan membongkar paksa rumahnya.

Menurut kuasa hukum warga, Fajar mengatakan, pembongkaran tersebut semestinya menunggu proses hukum. Karena pihaknya selaku kuasa hukum warga telah mengajukan kepada pihak PTUN.

"Ini benar-benar pelanggaran HAM Berat, kenapa? Karena prosesnya sangat tidak manusiawi, mereka ini warga Cilegon dan ia mengontrak di lahan PJKA (PT KAI). Kalaupun ada pembongkaran Pemkot harusnya memberikan waktu, ini tidak. Warga hanya diberi peringatan dan batas waktu empat belas hari sejak diterimanya surat dan langsung dibongkar," jelas Fajar, Senin (08/08/16).

Sementara walikota cilegon mengaku, penertiban ini bukan kali pertama dilakukan, hanya saja warga tetap membandel dan kembali mendirikan bangunan disekitar lokasi.

"Itu memang lahan PJKA (PT KAI) dan kami telah memanggil pihak PJKA. Soal sewa itu hanya oknum. Karena tanggungjawab kami adalah menjaga keamanan dan ketertiban lokasi yang berdampak pada kehidupan masyarakat, lokasi itu dilaporkan warga kerap dijadikan lokasi prostitusi," kata iman. (SH/red)

berita terkait

Komentar