Pemborong di PT. Maxon Prime Technologi Aryadi
Pemborong di PT. Maxon Prime Technologi Aryadi

PT Maxon Prime Technologi Diduga Sebar Kebohongan Ke Publik, Aryadi : Kita Punya Bukti Rekam Vidio

SERANG, TOPmedia - PT Maxon Prime Technologi tidak berani mengungkapkan fakta secara real ke publik. Bahkan hingga saat ini, di duga secara terus menerus menyebar kebohongan demi kebohongan kepada publik. Baik melalui Media Sosial (Medsos) maupun portal berita.

Padahal, melalui beberapa bukti di WhatsApp (WA) maupun rekam vidio, yang dimiliki oleh Pemborong, Aryadi dan Amin. PT Maxon Prime Technologi memulai dari pertemuan di MacBook LiPo Karawaci.

Kala itu, dikatakan Aryadi, penawaran harga yang sudah di sepakati lewat WA Rp 9.5000 per incci, dengan pembangunan pipa sepanjang 6000 incci masih dilakukan kecurangan. Dengan fakta di lokasi, pembangun lebih dari 6000 incci.

"Saya kira, untuk kerjaan yang masih berlanjut hingga hari ini, sudah tentu bukan acuan sulit tuk berhitung. Karena dari hari pertama kerja, sampai akhir saya kerja semua ada bukti recodrnya. Ini bukti kebohongan PT Maxon Prime Technologi," kata Aryadi saat di konfirmasi melalui sambungan telephone, Minggu(17/10/2021).

Tak sampai disitu, masih kata Aryadi, masalah gajih karyawan yang tertunda oleh PT Maxon Prime Technologi yang akan mengajih karyawan setelah bekerja satu Minggu, kembali menyebar kebohongan.

"Ini baru terealisasikan hari ini, terhitung dari tanggal 15 September sampai 15 Oktober. Bahkan hanya separuh gaji, dan ada bukti rekaman vidio," ucap Aryadi dengan nada datar.

Bukan hanya itu, Aryadi menegaskan, PT Maxon Prime Technologi pun memakai alat kerja milik Aryadi dan Amin sampai hari ini, dengan tidak meminta izin terlebih dahulu.

"Mereka tidak berani ungkap fakta sebenarnya di media," tegas Aryadi.

Sementara itu, rekan kerja Aryadi, Amin menambahkan, bahwasanya telah terjadi musyawarah pada saat itu, dan tiga opsi yang di tawarkan oleh pihak PT Maxon Prime Technologi.

"Tidak ada pilihan yang baik saat musyawarah, karena di penghujung kesepakatan tak ada hitungannya. Bahkan dari pihak PT Maxon Prime Technologi, jika rugi akibatnya, akan siap menanggung kerugian tersebut. Nyatanya, bagaimana mengetahui rugi untung, kalau kerja saja mereka yang mengerjakan. Kan itu hal yang konyol," ungkap Amin.

Diakhir wawancara, Amin pun mengakui, sampai saat saat ini, masih menunggu itikat baik PT Maxon Prime Technologi untuk menuntaskan kasus tersebut.

"Jika tidak ada jalan untuk memperbaiki dari PT Maxon Prime Technologi, dirinya akan menutut PT Maxon Prime Technologi ke pengadilan, melalui pengacaranya, selaku kuasa hukum, Cecep Saepudin SH," tutup Amin seraya mengakhiri wawancara.(Feby/Red)

berita terkait

Komentar