Komisi V DPRD Banten saat rapat internal membahas angka pengangguran di Banten yang tinggi
Komisi V DPRD Banten saat rapat internal membahas angka pengangguran di Banten yang tinggi

Provinsi Banten Pengangguran Tertinggi, SKPD Masih Jalan Masing-masing

SERANG,TOPmedia – Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Provinsi Banten kembali menduduki peringkat teratas nasional tahun 2020. Link and match antara dunia pendidikan dengan kebutuhan lapangan kerja disebut-sebut menjadi penyebabnya. 

Wakil Ketua Komisi V DPRD Banten, Yeremia Mendrofa mengatakan, padahal masalah link and match ini sudah lama disebut-sebut sebanyak penyebab. Namun, kejadian tersebut kembali terulang. 

Atas kondisi itu, pihaknya menilai SKPD dilingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten terkesan masih jalan masing-masing, sehingga kejadian TPT tertinggi di Provinsi Banten kembali terulang. 

"Masih jalan masing-masing. Maslah link and match ini sudah lama," terang Yeremia, kepada topmedia.co.id, Rabu (11/11/2020). Sambung Yeremia, kejadian TPT tertinggi di Provinsi Banten akan menjadi salah satu tolak ukur dari keberhasilan RPJMD Gubernur dalam mensejahterakan masyarakat. 

"Ini akan menjadi catatan buruk RPJMD Banten. Angka pengangguran itu kan harusnya serendah mungkin. Salah fungsinya pemerintah dan janji politiknya kan mengurangi pengangguran dan menciptakan lapangan kerja," kata dia. 

Tidak hanya itu, sampai saat ini pihaknya belum melihat dampak signifikan dari program yang diluncurkan Pemprov Banten dalam menyerap lapangan kerja, seperti melalui sislok.

"Makanya setiap rapat itu saya selalu ingatkan apa terobosannya. kita ini kan butuh kreatifitas yang anggarannya itu memihak kepada masyarakat, salah satunya mengurangi pengangguran," katanya.

Disisi lain, sambung Yeremia, SKPD Banten dalam menyusun program dan kegiatannya masih terkesan kurang kreatif dan masih terjebak pada program-program yang sifatnya rutinitas. Seharusnya, kata Yeremia, Asda dan Sekda Banten bisa mengkoordinasikan program dan kegiatan antar masing-masing SKPD agar satu sama lain bisa saling berkesinambungan dan tepat sasaran.

"Itu kan salah satu fungsi Asda dan Sekda dalam mengkoordinir kebutuhan dan permasalah apa yang terjadi dilapangan," katanya.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Banten, Al Hamidi mengakui link and match antara dunia pendidikan dengan kebutuhan pasar masih belum begitu baik. Meski begitu, pihaknya optimis dalam waktu tiga tahun kedepan link and match antara pendidikan dengan kebutuhan lapangan kerja ini bisa selesai dalam waktu tiga tahun kedepan, agar TPT di Provinsi Banten bisa diminimalisir.

"Tiga tahun kedepan. karena ini kan dalam perjalanannya cukup panjang. dan pastinya akan melibatkan pusat terkait perubahan kurikulum," katanya.(Den/Red)

berita terkait

Komentar