Foto ilustrasi. (Foto: Net)
Foto ilustrasi. (Foto: Net)

Prostitusi Bocah Buat Gay, DPR: Indonesia Sudah Darurat Kekerasan Anak

JAKARTA, TOPmedia - Polri membongkar praktik prostitusi online anak di bawah umur untuk kaum gay. Kasus ini terungkap setelah polisi menangkap muncikari berinisial AR (41) yang biasa menawarkan anak berusia kurang dari 18 tahun bagi kaum gay melalui Facebook (FB).

Setelah dilakukan penyelidikan mendalam, ternyata AR punya 99 anak asuh yang dipersiapkan untuk melayani syahwat para gay yang datang memesan.

Menanggapi hal ini, Anggota Komisi VIII DPR RI, Maman Imanulhaq menilai dari kasus ini menunjukkan Indonesia tengah mengalami darurat kekerasan terhadap anak. Menurutnya, terbongkarnya prostitusi gay ini hanya sebagian kecil dari seluruh kasus yang terungkap.

"Ini sangat mengkhawatirkan sebuah fenomena gunung es dimana anak Indonesia tidak ada tempat yang aman di Tanah Air. Indonesia mengalami darurat kekerasan terhadap anak," kata Maman di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (1/9/2016).

Maman mengapresiasi langkah kepolisian yang berhasil mengungkap praktik prostitusi anak ini. Sekaligus, dia berharap agar AR dapat dihukum seberat-beratnya.

Ditambahkannya, Polri juga harus melakukan investigasi menyeluruh untuk pengembangan kasus. Sebab, dikhawatirkan masih banyak pelaku lain yang terlibat.

"Mungkin ada keterlibatan orang lain. Kalau ini diungkap implementasi hukum harus keras. Negara hadir lakukan rehabilitasi. Mereka aset bangsa yang harus diselamatkan," tutupnya.

Sebelumnya, Tim Subdit Cyber Crime Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri telah mengungkap prostitusi bagi kaum gay. Penangkapan dilakukan di sebuah hotel di Jalan Raya Puncak KM 75, Cipayung, Bogor, Selasa (30/8/2016) sore.

Korban sendiri hanya diberikan upah Rp100 ribu sampai Rp150 ribu. Padahal, AR mematok tarif ke pelanggannya sebesar Rp1,2 juta.

Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri, Brigjen Pol Agung Setya menjelaskan, AR tak hanya memiliki tujuh anak untuk disediakan kepada para pelanggannya.

"AR tidak memiliki 7 tapi 99 anak-anak. Ini akan kita tangani secara berkelanjutan," kata Agung dalam konferensi pers di Bareskrim Polri. (Landy/Red)

berita terkait

Komentar