Wakil Ketua DPRD Banten Barhum MS
Wakil Ketua DPRD Banten Barhum MS

Proses Panjang Pembahasan Perubahan Pendapatan Daerah Provinsi Banten

SERANG,TOPMedia - Pembahasan KUAPPAS APBD Perubahan Provinsi Banten masih terus dilanjut, Senin (30/8/2021), setelah sebelumnya juga, Kamis (26/8/2021) pernah digelar.
 
Kali ini yang menjadi sorotan adalah terkait penerimaan daerah  khususnya dari sektor pajak kendaraan yang  yang dinilai masih dibawah angka harapan.
 
Diketahui, sampai saat ini, DPRD Banten dan Pemprov Banten belum mendapatkan kata sepakat mengenai target pendapatan hingga belanja daerah pada APBD Perubahan tahun 2021.
 
"Hari ini kita masih fokus soal pendapatan, insa Allah besok mulai masuk ke pembahasan belanja," terang Wakil Ketua DPRD Banten  Barhum MS, kepada www.topmedia.co.id diruang kerjanya, Senin (30/8/2021).
 
Lebih jauh, Barhum meniai, dari hasil rapat pembahasan antara DPRD Banten dan TAPD Banten saat ini, terungkap target pendapatan yang diajukan masih dibawah harapan, menurutnya Pemprov Banten seharusnya bisa menggali potensi pajak penerimaannya, berkaca dari kondisi APBD Provinsi Banten saat ini yang mengalami kemerosotan akibat pinjaman PT.SMI yang gagal serap.
 
Untuk diketahui, pada APBD murni Provinsi Banten tahun 2021, Pemprov Banten menargetkan belanja daerah mencapai Rp 15,98 triliun, kemudian direncanakan untuk diubah pada APBD Perubahan sebesar Rp 12,48 triliun.
 
Sambung Barhum, untuk menutupi kebutuhan anggaran selanjutnya itu,  pihaknya berharap kepada Pemprov Banten bisa terus memaksimalkan pajak penerimaannya.
 
"Kondisinya ini memprihatinkan, kondisi covid-19 semoga tidak terlalu berefek pada perubahan 2021," katanya.
 
Lebih jauh Barhum mengatakan, idealnya Pemprov Banten bisa meningkatkan pendapatannya pada angka 5,5 persen atau naik antara Rp 400 miliar hingga Rp 500 miliar  dibanding pada APBD tahun 2021 sebelumnya.
 
"Idelaya naik diangka 5,5 persen, angka 3,28 persen (pemgajuan eksekutif) ini dianggap butuh untuk disupport lagi untuk menyesuaikan belanja," tandasnya.(Den/Red)

berita terkait

Komentar