Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, Kemendag RI, Gati Wibawaningsih (Baju Putih) seusai acara bimbingan teknis dan fasilitas mesin IKM, berbasi Ponpes, di Hotel Grand Horison, Jalan Raya Abdul Hadi, Kota Serang, Selasa(15/10).
Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, Kemendag RI, Gati Wibawaningsih (Baju Putih) seusai acara bimbingan teknis dan fasilitas mesin IKM, berbasi Ponpes, di Hotel Grand Horison, Jalan Raya Abdul Hadi, Kota Serang, Selasa(15/10).

Pondok Pesantren Asal Banten Diajarkan Berwirausaha

SERANG, TOPmedia- Kementrian Perdagangan (Kemendag) RI melatih 120 santri asal Banten. Pelatihan ini dilakukan untuk menciptakan kemandirian santri untuk wiraswasta. 

Hal itupun dilakukan, bertujuan untuk mewujukan Industri Kecil Menengah (IKM) di kalangan Ponpes. Dikarenakan, para santri lebih efektif dan bisa menghemat waktu. Bahkan mereka juga lebih cepet memaham.

Demikian disampaikan oleh, Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, Kemendag RI, Gati Wibawaningsih, seusai acara bimbingan teknis dan fasilitas mesin IKM, berbasi Ponpes, di Hotel Grand Horison, Jalan Raya Abdul Hadi, Kota Serang, Selasa(15/10).

Gati Wibawaningsih menjelaskan, wirausaha baru Pondok Pesantren adalah untuk memperluas lapangan kerja di Indonesia maupun Banten. 

Apalagi, kata dia, IKM merupakan industrinya kecil dan bidang usaha yang lebih luas. Bahkan bisa menyerap tenaga kerjannya sebanyak 20 orang untuk satu IKM. Jadi bisa di targetkan 3 juta pekerjaan untuk kalangan atas, sedangkan kalangan menengah bisa menampung 3 ribu orang mendapatkan pekerjaan. 

"Bahkan berdasarkan survei pada 2017 sampai 2018 naik 30 persen. Banyak lembaga membina wirausaha industri. Maka itu, kita mengadakan program IKM untuk Pondok Pesantren," jelasnya.

Tak sampai disitu, Gati juga mengungkapkan, bahwa titik sasarannya adalah 28 ribu Ponpes yang ada di Indonesia, tetapi untuk 2019 barulah 27 ribu Ponpes yang terealisasi. Lantaran terbatasnya APBN.

"Jadi 27 Ribu Ponpes di berikan pelatihan pembuatan roti, melatih work shop pembengkelan, pembuatan sendal, pengelolaan ikan, bikin kerupuk, garmen dan bikin pakaian. Khusus di Banten hanya pembuatan roti, dengan melibatkan dua Ponpes," ungkapnya.

Sementara itu, Kadisperindakop Banten, Babar S menambahkan, program terobosan Kemendag RI mengenai wirausaha Ponpes adalah hal baru. Maka itu, kata Babar, pihaknya pun akan mensodingkan dengan Forum Pondok Pesantren Banten, agar bisa terus di jalankan program Kemendag RI tersebut.

"Ini ada bantuan alat dari Kemendag RI. Selanjutnya, kita bisa di integrasikan bantuan dari Pemprov Banten berbentuk hibah, dan sementara kita memberikan bantuan bahan baku. Yang penting Programnya dapat terus berjalan," tandasnya.

Diketahui, dalam kesempatan tersebut, Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, Kemendag RI, Gati Wibawaningsih memperkenalkan alat-alat yang akan menjadi pelatihan para santri asal Banten. Mulai dari alat pengelolaan, hingga alat percetakan. (TM3/Red).

berita terkait

Komentar