Polres Pandeglang saat gelar perkara kasus peredaran ribuan obat keras. (Foto: TOPmedia)
Polres Pandeglang saat gelar perkara kasus peredaran ribuan obat keras. (Foto: TOPmedia)

Polres Pandeglang Gagalkan Peredaran Ribuan Excimer dan Tramadol

PANDEGLANG, TOPmedia - Polres Pandeglang berhasil mengungkap kasus peredaran ribuan obat keras jenis Excimer dan Tramadol HCI dengan tanpa resep dokter. Kedua jenis obat itu diamankan dari empat tersangka, Edi Setiawan (23) warga Kibin serta tiga warga Labuan, yakni Zaenul Arifin alias Jawa (24), Suryat (37) dan Oji Fahroji (19) di tempat berbeda.

Edi dan Zaenal diamankan di Kecamatan Saketi dengan barang bukti sebanyak 1.000 butir Excimer dan 1.710 butir pil Tramadol HCI. Sedangkan dari tersangka Suryat dan Oji,  polisi berhasil mengamankan 319 pil Tradamol HCI di Kecamatan Labuan.

Kabag Ops Polres Pandeglang, Kompol M Mujib menjelaskan, sebenarnya kedua jenis obat tersebut bebas diperjual-belikan di apotek,  namun harus berdasar resep dokter. Lantaran keduanya masuk katagori obat keras.

"Tersangka menjual obat-obat itu kepada anak-anak di bawah umur. Mungkin karena lebih baik mabok obat daripada minuman yang bau, apalagi harganya relatif murah," ujar M Mujib saat gelar perkara di Mapolres Pandeglang, Senin (25/09/2017).

Akibat perbuatannya, keempat tersangka dijerat pasal 197 junto pasal 106 ayat 1 Undang-Undang Nomor: 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara dan denda maskimal Rp1,5 miliar.

Kepada wartawan, tersangka Zaenal mengaku, mendapatkan obat tersebut dari rekannya. Rencananya obat tersebut akan diedarkan kepada anak-anak yang biasa nongkrong di jalan. Dirinya mengaku sudah berjualan sebulan lalu.

"Dapat barangnya dari teman saya ES, dia belinya dari Tanah Abang. Saya kemarin beli 40 boks sekitar Rp3 juta, saya jual kembali satu boks Rp110.000 yang berisi lima lempeng," akunya. (Pri/Red)

berita terkait

Komentar