Kapal MT Elektra yang mengangkut bbm ilegal di pelabuhan Pelindo II Cabang Banten, diamankan pihak kepolisian. (Foto: TOPmedia)
Kapal MT Elektra yang mengangkut bbm ilegal di pelabuhan Pelindo II Cabang Banten, diamankan pihak kepolisian. (Foto: TOPmedia)

Polda Banten Amankan 400 Ribu Liter BBM Ilegal

CILEGON, TOPmedia - Jajaran Direktorat Kriminal Khusus Unit Tindak Pidana Pelayaran & Perniagaan BBM (Tipiter) Polda Banten, Jumat (26/08/2016) berhasil mengamankan 400 Ribu BBM jenis Premium yang diangkut dalam Kapal Motor Tangker (KMT) Elektra, saat sandar di jetty pelabuhan Pelindo II Cabang Banten tepatnya di Kampung Candi, Desa Pulo Ampel, Kabupaten Serang.

Kini Kapal MT Elektra pun dipasangi garis polisi, sementara sebanyak lima belas Anak Buah Kapal (ABK) diamankan polisi untuk dimintai keterangan.

Diamankannya BBM jenis premium dari kapal MT Elektra ini, lantaran BBM yang dibawanya dipastikan merupakan barang Ilegal, karena Nahkoda Kapal tidak bisa menunjukan surat izin pengangkutan.

Kapolda Banten Brigjen Pol Ahmad Dofiri mengatakan, penangkapan tersebut dilakukan setelah anggotanya melakukan pengintaian lebih dari satu bulan. BBM yang diamankan diperoleh dari tengah laut pulau jawa, yang didapat dari kencingan muatan kapal tangker.

"Jadi kapal ini kita amankan karena telah jelas-jelas melanggar UU migas, kenapa? karena tidak ada izin sama sekali dan ini diduga ilegal. Menurut pengakuan awak ABK, mendapatkan premium dari hasil ‘kencingan' kapal-kapal di perairan Selat Sunda, makanya nanti kami juga akan dalami pelaku dibalik bbm ilegal ini termasuk kemungkinan adanya penadah," jelas Kapolda, usai memantau Pemasangan Police Line di Lokasi, Senin (29/08/2016).

Dalam kasus yang melanggar pasal 323 ayat 1 UU RI Nomor 17 Tahun 2008 tentang pelayaran, pelaku juga dikenakan undang-undang nomor 22 tahun 2001 tentang pengangkutan minyak dan gas tanpa izin.

Para pelaku juga dikenakan Pasal 55 KUHP. Pihak kepolisian juga telah menetapkan tiga orang tersangka, satu diantaranya adalah BM yang diketahui nahkoda kapal, dan dua lainnya adalah SR da UR yang diketahui sebagai pemilik BMM ilegal. (SH/red)

berita terkait

Komentar