Bawaslu Kota Cilegon saat menggelar rapat Koordinasi Penindakan Penanganan Pelanggaran. (Foto: TOPmedia)
Bawaslu Kota Cilegon saat menggelar rapat Koordinasi Penindakan Penanganan Pelanggaran. (Foto: TOPmedia)

Pilkada 2020, Pemberi dan Penerima Politik Uang Bisa Dipenjara dan Denda Rp 12 Juta

CILEGON, TOPmedia - Berbeda dengan peraturan pada pemilu 2019 lalu, Pilkada tahun 2020 ini, penerima politik uang juga akan dikenakan sanksi pidana dan denda.

Hal tersebut diutarakan Ketua Bawaslu Kota Cilegon, Siswandi, usai menggelar rapat Koordinasi Penindakan Penanganan Pelanggaran, di salah satu hotel di Kota Cilegon, Kamis (20/02/2020).

Dikatakan Siswandi, sesuai pasal 189 A, bahwa pemberi dan penerima politik uang pada Pilkada 2020 ini akan dikenakan hukuman maksimal penjara 12 bulan dan denda Rp 12 juta.

"Kita kumpulkan para Panwascam (Panitia Pengawas Kecamatan), agar bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat. Karena, jika pada pemilu lalu, hanya pemberi uang yang dipidana. Sekarang ini, penerima uang juga akan dikenakan sanksi," ucapnya.

Lanjut Siswandi, Rapat koordinasi ini juga digelar dengan tujuan membentuk sentra Gakkumdu dengan melibatkan pihak kepolisian dan kejaksaan negeri di Kota Cilegon.

"Saat ini Bawaslu terus melakukan sinergi dengan berbagai pihak untuk memastikan keberlangsungan tahapan Pilkada," ujarnya.

Untuk diketahui, sentra Gakkumdu sendiri akan dibentuk dengan jumlah 25 orang. (Vit/Red)

berita terkait

Komentar