Gubernur Banten, Rano Karno. (Foto: Net)
Gubernur Banten, Rano Karno. (Foto: Net)

Pilgub Banten Dimulai, Gubernur: Masyarakat Harus Mencoblos

SERANG, TOPmedia - Gubernur Banten, Rano Karno mengajak kepada pemerintah daerah, pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN), Polri, dan TNI untuk tetap berpegang teguh dan berpedoman pada prinsip netralitas dan tidak memihak pada pasangan siapapun dalam penyelenggaraan Pemilukada.

"Kita memiliki tugas untuk merumuskan langkah-langkah yang proaktif, sehinga potensi konflik yang terserak dapat diredam dan diantisipasi sedini mungkin agar tidak berkembang menjadi gangguan nyata," kata Gubernur pada acara Launching Pemilihan Umum Kepala Daerah Provinsi Banten Tahun 2017 di Alun-alun Barat, Kota Serang, Rabu (03/08/2016).

Menurut Rano, belajar dari masa sebelumnya, diperkirakan perkembangan dan dinamika politik tahun 2017 nanti akan meningkat ditahun ini. Sehingga potensi konflik dalam wujud perselisihan, aksi kekerasan komunal maupun kontak fisik antar kelompok masa yang berbeda pandangan bisa mencederai adigium demokrasi yang meyakini bahwa demokrasi merupakan arena untuk mengelola kemajemukan atau tanpa kekerasan.

"Jangan sampai setitik dengki dan hasud di dalam benak meluluhlantakkan persaudaraan di antara sesama hanya karena kepentingan sesaat. Jangan sekali-kali mengorbankan kepentingan khalayak dengan membiarkan kebencian itu tumbuh di kedalaman hati kita," ucapnya.

Menurut Gubernur, dalam pemilu, kemajemukan pandangan dan pilihan adalah perihal yang lumrah. Pemilu harus dipahami sebagai ruang kontestasi kebaikan, bukan ajang untuk saling memburuk-burukkan.

"Banten adalah wilayah yang kosmopolismenya berlangsung sejak lama. Kita semua sudah terbiasa merayakan kemajemukan itu dengan penuh rasa syukur. Semoga di Pilgub 2017 kita dapat mempertahankan kondisi ini," kata Gubernur.

Rano juga menyampaikan bahwa partisipasi pemilih dalam pilkada di Banten mengalami pergerakan fluktuatif dan pasang surut dari waktu ke waktu. Bahkan pada pemilukada tahun 2006 partisipasi pemilih sebesar 60,83 persen dan meningkat pada pemilukada berikutnya tahun 2011 sebesar 62,38 persen. Tetapi lanjut Gubernur, pada pelaksanaan pilkada serentak tahun 2015 yang digelar di 4 kabupaten dan kota tingkat partisipasinya hanya 56,67 persen dari target sebesar 70 persen pemilih.

"Terkait hal ini, kita semua perlu memikirkan langkah dan strategi yang tepat untuk menekan apatisme politik yang menggejala disebagian masyarakat," ujarnya.

Komisioner  KPU RI Arief Budiman mengatakan, jika melihat dari kesiapan pemilukada di provinsi Banten, pihaknya mengakui bahwa KPU Banten sudah siap menyelenggarakan pesta demokrasi lima tahunan ini.

"Kalau diukur tentang kesiapan, maka KPU Banten saya nyatakan siap. Karena kesiapan pilkada itu ukuranya ada 3, yaitu anggaran, personil dan logistik. Ini perlu menjadi perhatian," singkatnya.

Dalam launching pemilukada ini juga diperkenalkan maskot pilgub Banten yaitu simbol menara masjid agung Banten. (Humas/red)

berita terkait

Komentar