PHK Puluhan Karyawan PT CPI Cikande, Pihak Manajemen Cari Dalang Oknum Karyawan

SERANG, TOPmedia - Pemutus Hubungan Kerja (PHK) yang dilakukan sepihak PT Charoen Pokphand Indonesia (CPI) yang berada di daerah Cikande, Kabupaten Serang, dibantah oleh pihak manajemen.

Salah satu Manajemen bagian Senior SPV PGA, PT CPI Cikande, Samuel mengatakan, bahwa sebanyak 45 pegawai meliputi 39 wanita dan 6 laki-laki bukanlah diberhentikan, melainkan di offkan sementara. Dikarenakan para karyawan tersebut adalah borongan (outsourcing).

"Tidak ada pemecatan, puluhan karyawan PT CPI hanya di offkan sementara. Karena mereka ini hanyalah karyawan borongan (outsourcing) yang ditempatkan di PT CPI," ungkapnya, melalui sambungan telepon, Rabu (11/9/2019).


Kemudian untuk persoalan jarum yang berada di dalam sosis, dikatakan Samuel, bukanlah menyalahkan para karyawan, melainkan sedang dilakukan proses penyelidikan untuk mencari tahu pelaku.

"Tidak ada fitnah maupun karyawan dituduh memasukkan jarum ke dalam sosis. Yang jelas mah, kita sedang melakukan proses penyelidikan untuk mencari pelaku. Bahkan kita juga melibatkan Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SPSI)," jelasnya.

Dirinya pun sekali lagi menegaskan, tidak ada karyawan yang dituduh memasukkan jarum ke dalam sosis, dan masih tahap penyelidikan. "Kita ini sedang mencari pelakunya, dan mereka tidak dipecat. Tetapi di offkan sementara," tandasnya.

Sebelumnnya diberitakan, Pemutus Hubungan Kerja (PHK) sepihak yang kerap terjadi di Banten, sangatlah membuat karyawan menjadi kesal. Lantaran, tanpa kejelasan diberhentikan secara mendadak.

Hal itupun, kini dialami oleh puluhan pegawai PT Charoen Pokphand Indonesia (CPI) yang berada di daerah Cikande, Kabupaten Serang. Sebanyak 45 pegawai meliputi, 39 wanita dan 6 laki-laki diberhentikan secara mendadak.

Namun kali ini, kasusnnya pun berberbeda. Mereka diberhentikan dengan cara difitnah dan dituduh telah memasukan jarum ke dalam sosis.

Sedangkan, dikatakan salah satu pegawai PT CPI yang tidak ingin menyebutkan namannya. Ia mengatakan, kejadian tersebut bermula pada saat bagian shift 2 sedang melakukan packing sosis, dan terdeteksi pada mesin adannya sebuah jarum di dalam sosis.

"Inipun tanpa sepengetahuan kami, karena kami bukan bagian mengolah. Lantaran untuk mengolah berada pada Shift 1, tetapi yang terkena imbas adalah shift 2," ungkapnya saat ditemui tengah mengadu kepada kuasa hukum, Selasa (10/9). (TM3/Red)

berita terkait

Komentar