PHK PT CPI Cikande Dibatalkan, Puluhan Karyawan Diberikan Pesangon Satu Bulan Full

SERANG, TOPmedia - Pemutus Hubungan Kerja (PHK) sepihak puluhan pegawai PT CHAROEN Pokphand Indonesia (CPI) yang berada di daerah Cikande, Kabupaten Serang, pada tanggal 26 Agustus lalu, akhirnnya bisa terselesaikan.

Sebanyak 45 pegawai meliputi, 39 wanita dan 6 laki-laki bisa kembali bekerja dengan bisa gaji satu bulan full, selama di off kan sementara.

Rasa senang dan gembira pun dirasakan oleh para karyawan PT CPI, karena mereka bisa bekerja kembali. Bahkan dibayarkan gajinya selama satu bulan.

"Alhamdulillah mas, saya senang bisa bekerja kembali. Bahkan gaji pun dibayarkan, selama 1 bulan di offkan," ungkap Indah, salah satu karyawan PT CPI yang memberikan kabar melalui sambungan telepon, dengan penuh kegembiraan, Jumat (20/9/2019).

Sementara itu, Manager Pers dan GA, PT CPI, Ayat Hidayat menjelaskan, bahwa adanya miss komunikasi dengan pihak vendor yaitu, PT PGU dan PT AML. "Yang pertama ada kesalah pahaman dengan management vendor. Mereka karyawan hanya dirumahkan sementara, sambil menunggu investigasi selesai dilakukan. Kami pun tidak punya kewenangan PHK, karena karyawan ini milik PT PGU dan PT AML," jelasnya.

Baca juga: PHK Dengan Lisan, Puluhan Karyawan PT CPI Cikande Difitnah Masukan Jarum Kedalam Sosis

Alhasil, Ayat Hidayat mengakui, atas kebijakan PT PCI, kejadian adanya jarum didalam sosis telah dilupakan. Merekapun, sudah bisa bekerja kembali dengan dibayarkan gaji satu bulan full selama dirumahkan.

"Sesuai dengan perintah, PT CPI membayarkan full satu bulan gaji selama dirumahkan. Mereka juga bisa bekerja kembali, dan hak-haknya telah dipenuhi semuannya," tandasnya.

Diketahui, sebelumnya diberitakan, Pemutus Hubungan Kerja (PHK) sepihak yang kerap terjadi di Banten, sangatlah membuat karyawan menjadi kesal. Lantaran, tanpa kejelasan di berhentikan secara mendadak.

Hal itupun, kini dialami oleh puluhan pegawai PT CHAROEN Pokphand Indonesia (CPI) yang berada di daerah Cikande, Kabupaten Serang. Sebanyak 45 pegawai meliputi, 39 wanita dan 6 laki-laki diberhentikan secara mendadakan.

Namun kali ini, kasusnnya pun berberbeda. Mereka diberhentikan dengan cara di fitnah, dan di tuduh telah memasukan jarum ke dalam sosis.

Sedangkan, dikatakan salah satu pegawai PT CPI yang tidak ingin menyebutkan namannya. Ia mengatakan, kejadian tersebut bermula pada saat bagian shift 2 sedang melakukan packing sosis, dan terdeteksi pada mesin adannya sebuah jarum di dalam sosis.

"Inipun tanpa sepengetahuan kami, karena kami bukan bagian mengolah. Lantaran untuk mengolah berada pada Shift 1, tetapi yang terkena imbas adalah shift 2," ungkapnya saat ditemui di Persada Banten, tengah mengadu kepada kuasa hukum, Selasa (10/9). (TM3/Red)

berita terkait

Komentar