Pesawat Sriwijaya Air Jatuh Ke Laut, Benarkah Korban Mati Syahid? Simak Hadist Berikut!

TOPmedia - Peristiwa jatuhnya Pesawat Sriwijaya AIR SJ 182 di kepulauan seribu ( 9/01/2021) memberikan kesedihan yang amat mendalam kepada seluruh masyarakat Indonesia terutama sanak saudara dan keluarga korban. Pesawat dengan rute  Jakarta - Pontianak itu jatuh ke laut lepas setelah  4 menit terbang di udara. Pencarian korban saat ini, di lakukan oleh Badan SAR Nasional ( Basarnas ) yang di bantu oleh petugas lainnya.

Kedatangan yang keluarga korban harapkan kini menjadi berita yang sangat menyayat hati, harapan berkumpul bersama keluarga yang di cintai kini musnah di ambil takdir sang Maha Kuasa. Keluarga korban tentu berharap anggota keluargaya selamat dari kecelakaan itu. Namun, jika Allah sudah berkehndak tidak ada sikap lain yang bisa menolaknya kecuali bersabar dan berserah diri kepda Allah. Serta membaca Istrija, sebagai mana firman Allah SWT  :

ٱلَّذِينَ إِذَ أَصَابَتْهُم مُّصِيبَةٌۭ قَالُوا۟ إِنَّا لِلَّٰهِ وَإِنَّ إِلَيْهِ رَاجِعُون

"(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun" (Sesungguhnya kami kepunyaan Allah dan kepada Allah jugalah kami kembali). (Al-Baqarah Ayat 156)

Namun, bagi keluarga korban tidak usah berlarut – larut alam kesedihan karena Allah tidak akan memberikan musibah kepada seseorang kecuali Atas Izin – nya. Dan Allah pun tidak akan membebani seseorang di luar kemampuannya.

Rasulullah صلى الله عليه وسلم memberi kabar gembira lewat sabdanya bahwa umatnya yang meninggal karena tenggelam atau terlempar dari kendaraan termasuk golongan yang mati syahid. Imam Al-Bukhari dan Muslim meriwayatkan sebuah hadis dari Abu Hurairah, Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

الشُّهَدَاءُ خَمْسَةٌ الْمَطْعُونُ وَالْمَبْطُونُ وَالْغَرِيقُ وَصَاحِبُ الْهَدْمِ وَالشَّهِيدُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ

"Syuhada (orang-orang yang mati syahid) itu ada lima, (yaitu) 'Orang mati karena terkena penyakit tha'un (lepra); orang yang meninggal karena sakit perut; orang yang mati tenggelam; orang yang tertimpa bangunan rumah atau tembok; dan orang yang gugur di jalan Allah."

Nabi صلى الله عليه وسلم juga menyebutkan dalam hadisnya: "Siapa saja yang mati karena terlempar dari kendaraannya, ia adalah syahid. Siapa saja yang mati karena jatuh dari puncak gunung, atau dimangsa binatang buas, atau tenggelam di laut, maka ia syahid di sisi Allah Ta'ala". (HR Imam at-Thabrani)

Menurut Imam an-Nawawi dalam Syarh Raudhatut Thalibin, syahid dalam lima hal tersebut tidak sama cara pengurusan jenazahnya dengan orang yang mati syahid karena berperang. Jika orang yang mati syahid karena berperang tidak perlu dimandikan, maka orang yang syahid dalam keadaan tenggelam tetap diurus seperti jenazah biasa, yakni tetap dimandikan, dikafani dan lain sebagainya.

Akan tetapi jika korban yang  tenggelam tidak di temukan, maka tata cara pengurusannya bisa di ganti dengan Shalat Ghaib. Yang mana Shalat ini di lakukan  seperti shalat jenazah seperti biasa namun  hal yang membedakannya yaitu jenazah itu tidak ada di hadapannya atau berada jauh darinya.

Memang mati syahid bisa kita dapatkan tanpa harus pergi ke medan peperangan untuk berjihad. Hendaknya setiap muslim berangan-angan agar selalu ingin mendapatkan kemuliaan mati syahid dengan niat yang benar dan sungguh-sungguh, karena besarnya keutamaan yang diperoleh oleh syahid.

Imam Nawawi menjelaskan jenis syahid:
1. Syahid di dunia dan mendapat pahala di akhirat. Mereka adalah orang yang meninggal ketika berperang melawan kaum kafir (yang berhak diperangi). Mereka yang syahid di sini tidak dimandikan dan tidak dishalatkan.

2. Syahid dalam hal pahala. Artinya, pahalanya tidak seperti syahid jenis pertama. Contoh syahid jenis ini ialah meninggal karena melahirkan, wabah penyakit, tertimpa reruntuhan, karena tenggelam, mati karena membela hartanya dari rampasan. Mereka tetap dimandikan, dishalatkan, namun di akhirat mendapatkan pahala syahid. (RED)

 

 

Sumber: sindonews.com

berita terkait

Komentar