Sosialisasi sutet di aula kantor Kecamatan Cihara , Kamis (14/3/2019). (Foto:Topmedia)
Sosialisasi sutet di aula kantor Kecamatan Cihara , Kamis (14/3/2019). (Foto:Topmedia)

Permudah Proses Ganti Rugi Sutet, Masyarakat Lebak Diminta Urus Dokumen Kepemilikan Tanah

LEBAK, TOPmedia – Guna mempermudah proses pembayaran ganti rugi atas tanah yang terkena Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (Sutet) kepada masyarakat, digelar sosialisasi sutet di aula kantor Kecamatan Cihara , Kamis (14/3/2019).

Ini musyawarah tahap masalah harga, jadi untuk masyarakat kali ini kami sampaikan untuk penyampaian masalah harga. Untuk itu, kepada masyarakat yang terkena sutet agar secepatnya balik nama kepemilikannya tanah itu, karena bukan saja terpakai oleh sutet ini juga masalah harga tanah pasti akan bertamabah mahal kalo itu balik nama dan di sertifikatkan,” ujar salah seorang perwakilan PT PLN Persero Jimin.

Selain masalah harga, lanjut Jimin, masalah hasil tanah itu sendiri, jika di urus akan menghasilkan. Selain itu, untuk masalah teknis pembayaran konfensasi ke masyarakat pihaknya akan minta surat kuasa, sementara untuk pembayarannya akan langsung melalui rekening masing-masing pemilik tanah.

“Untuk pembayarannya, pasti kami akan di spefikasikan, misalnya tanah tersebut ada tanaman cengkih, dan yang lainnya hanya tanaman pohon biasa. Itu pasti kami bedakan pembayarannya, karena pohon cengkih itu kan tanaman berpenghasilan, “ ujar Jimin

Camat Cihara  Chaeriddin dalam sambutannya menyampaikan, dalam sosialisasi sutet tersebut, pihaknya menekankan kepada semua pihak, misalnya pengusaha dari pihak sutet PLN jangan merugikan warga masyarakat. Sementara, kepada masyarakat agar  bukti kepemilikannya harus jelas dan cantumkan sppt yang baru 2019 ini.

“Sosialisasi sutet ini kita laksanakan untuk desa pondok panjang dahulu, jumlah kepemilikan desa pondokpanjang ini 89 pemilik yang kena sutet,”katanya.

Di tempat yang sama, Kapolsek Panggarangan Cihara AKP Sadimun mengimbau, kepada semua masyarakat agar bisa menyikapi dengan otak dingin, karena dari program sutet tersebut tak sedikit warga yang bertengkar dengan sodaranya, akhirnya laporan ke polsek. “Kami juga berharap kepada PLN, mohon untuk tidak merugikan masyarakat,”ujarnya.

Hal senada juga di katakan Danramil Panggarangan Cihara Kapten Inf Subandi. Ia juga mengimau kepada seluruh masyarakat desa pondok panjang yang terkena sutet agar berpikir rasional, karena tanah yang terkena sutet kebanyakan tanah milik orang tuanya. “Jadi, kebanyakan anak anaknya yang kurang terima dengan masalah pembagiannya. Sekali lagi saya menghimbau kepada masyarakat yang terkena sutt supaya berpikir jernih, dan bisa turut membantu progam pemerintah ini,”ujarnya menandaskan. (Uwa Endin/Red)

berita terkait

Komentar